Buruh PT Siemens saat unjuk rasa.

CILEGON – Awal Ramadan hari ini, ratusan buruh PT Siemens mogok kerja. Di depan kantornya itu, Kawasan Industrial Estate Cilegon (KIEC), ratusan buruh yang tergabung dalam Serikut Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) itu berkumpul dengan menyuarakan tuntutannya melalui pengeras suara.

Puluhan anggota Dalmas Polres Cilegon dan Sekuriti PT Siemens tampak berada di lokasi aksi untuk mengamankan jalannya mogok kerja tersebut.

Koordinator aksi, Rahmatullah, mengatakan, pihaknya saat ini sedang menggelar aksi untuk menuntut adanya hubungan kerja yang baik antara buruh dan pihak perusahaan.

“Kita sedang menuntut tentang diskriminasi upah di PT Siemens karena selama ini kita sudah melakukan perundingan sejak Mei lalu sampai sekitar lima kali namun juga belum ada titik temu, dan mereka tidak ada itikad baik,” katanya.

Diskriminasi upah yang dimaksud, sambung Rahmatullah, posisi dan jabatan sama tetapi upahnya beda. “Kita sudah dua hari mogok kerja dan hari ini aksinya. Kita akan berupaya secara hukum,” katanya.

Dijelaskannya, saat ini perwakilan buruh sedang melakukan mediasi secara tertutup dengan pihak perusahaan untuk mencari jalan keluar persoalan ini. Namun jika dari mediasi tersebut pihak perusahaan tidak dapat mengabulkan tuntutan para buruh, Rahmatullah berjanji akan melakukan aksi unjuk rasa dan mogok kerja yang lebih besar.

“Belum berapa lama perwakilan kita negosiasi. Jika tidak ada kesepakatan, mogok dan aksi lagi,” ujarnya. (Riko)