Awalnya Mesra, eh Malah Nuntut Suami Kaya

0
587 views

Harta, tahta, dan wanita. Memang ketiga hal itu tak bisa dipisahkan, seperti dialami kisah rumah tangga Juki (35) nama samaran, yang pasrah ditinggal sang istri, sebut saja Weni (35), hanya karena tak punya banyak harta. Rumah tangga pun berakhir perceraian. Kejadian itu berlangsung dua tahun lalu.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Petir, Juki terlihat lesu duduk di pelataran kantor kecamatan. Dengan membawa segelas kopi hitam, Radar Banten pun berhasil memancing Juki untuk menceritakan masa lalunya. Penasaran bagaimana kisahnya? Yuk, simak ceritanya.

Juki dan Weni bertemu saat menonton musik dangdut pada acara pernikahan. Weni yang berpenampilan seksi dengan pakaian ketat membuat Juki jatuh cinta pada pandang pertama. Apalagi Weni dianugerahi wajah cantik, kulit putih, dan bodi aduhai. Wah, dijamin siapa pun lelaki yang melihatnya bakal tergoda.

Juki lelaki tampan. Hidung mancung berkumis tipis, membuatnya sering berganti-ganti pacar. Tapi, setelah bertemu Weni, ia merasa yakin kalau akan berjodoh dengan Weni. Karena hal itu, Juki setiap hari selalu menghubungi sang wanita. Meski awalnya sempat dicueki, tetapi semakin lama Weni pun luluh juga.

“Karena sudah yakin, saya minta nomor telepon, kirim kata-kata mesra setiap malam, dalam waktu seminggu dia langsung kena sama saya,” akunya bangga. 

Sejak itu keduanya intens menjalin komunikasi. Dua bulan pendekatan, Juki berhasil mengajak Weni makan bakso. Karena sikap terbuka dan ramah, membuat Juki semakin bersemangat meraih cinta Weni. Jurus rayuan gombal pun terus dilakukan demi meluluhkan hati Weni. “Sebenarnya saya tahu, sejak awal dia sudah suka sama saya. Tapi, saya enggak mau langsung tembak, harus pendekatan dulu biar asyik,” katanya cengengesan.

Setelah sama-sama tahu karakter masing-masing. Juki menyatakan perasaan pada Weni. Keduanya pun jadian dan rutin pacaran setiap malam Minggu. Juki yang bersikap kalem tapi mesra, membuat Weni semakin dimabuk cinta. Juki yang saat itu sudah bekerja menjadi guru honorer, saking cintanya pada sang kekasih, nekad mengatakan kalau ia akan menikahi. Weni pun menyambut pernyataan itu dengan tersenyum bahagia.

Tampaknya Weni sudah ngebet ingin menikah tapi tak berani mengatakan. Tak menunggu lama, Juki melamar Weni. Dua minggu kemudian mereka menikah. Mengadakan pesta sederhana, keduanya terlihat bahagia. Mengawali rumah tangga, Juki dan Weni terpaksa tinggal di rumah keluarga mempelai wanita. Meski begitu, keduanya tak berkecil hati, hubungan mereka selalu terlihat mesra.

Setahun kemudian, Juki dan Weni dikaruniai anak pertama. Seolah anak membawa rezeki, saat anaknya tumbuh balita, Weni malah lolos seleksi mengajar di salah satu sekolah swasta di Kota Serang. Meski tak langsung mendapat upah besar, tetapi Yeni memiliki penghasilan lebih besar daripada sang suami.

Sejak itu, Weni pun mulai memperbaiki penampilan dan membeli banyak baju serta perhiasan, pokoknya Weni menjadi semakin cantik dan menggoda. “Uh, pokoknya mah dia bikin saya jadi sering minta begituan setiap malam,” katanya.

Juki merasa hidupnya semakin baik berkat sang istri. Dua tahun usia pernikahan, Weni dan Juki pindah ke rumah pribadi. Parahnya, mungkin karena merasa punya andil lebih besar di rumah tangga, Weni mulai bersikap angkuh dan cuek pada suami. “Dia jadi belagu. Iya sih penampilannya mah cantik dan seksi, tapi ternyata itu cuma buat gaya dia, bukan murni buat saya sebagai suaminya,” keluh Juki.

Sejak saat itu, keributan pun sering terjadi. Juki sering marah-marah karena sikap Weni yang tak lagi mau menurut padanya. Weni pun semakin berani melawan pada Juki. Rumah tangga mereka  tak harmonis. “Saya kesal sama dia, mentang-mentang punya penghasilan besar, saya enggak dianggap sebagai suami,” tukas Juki.

Juki pulang ke rumah orangtua membawa anaknya. Selama seminggu lebih ia tak tidur dengan sang istri alias pisah ranjang. Meski Juki merahasiakan keretakan rumah tangga pada orangtua, tetapi akhirnya permasalahan dengan Weni pun diketahui keluarganya.

Weni datang menjemput sang anak. Namun, mereka malah ribut lagi. Parahnya, saat keadaan semakin panas, Weni malah mengatakan hal yang membuat Juki kecewa. Aih, memang dia ngomong apa, Kang? “Makanya kalau pengin dihargai istri, jadi suami tuh harus kaya, punya banyak uang,” kata Juki meniru ucapan Weni.

Juki yang tak terima dengan perkataan Weni pun mengamuk dan menceraikan Weni. Rumah tangga mereka pun berakhir dengan perceraian. Saat ini Juki dan Weni masih sendiri.

Ya ampun, semoga lekas mendapat pasangan yang baru ya Kang Juki dan Teh Weni. Atau kalau mau rujuk kembali juga lebih baik. Terserah kalian saja, deh. Hehe. (mg06/zee/ira)