Awarding LKBA Kabupaten Serang 2020: Banyak Juara Baru Bermunculan

0
2787
Kepala Desa Sidamukti, Kecamatan Baros Juhri menunjukkan lokasi taman di RW 04 yang tahun lalu tak ditata, sekarang jadi indah, Minggu (20/12)

TAHUN kedua dilaksanakannya Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang, antusias dan partisipasi warga semakin meningkat. Hal itu membuat banyak juara baru bermunculan pada LKBA tahun ini.

—————-

Menjelang awarding LKBA Kabupaten Serang 2020 yang berlangsung 23 Desember (hari ini-red), tim juri sudah menentukan RW mana saja yang layak mendapat juara, termasuk juara umum kategori kampung berkembang dan pemula. Berdasarkan hasil rapat pleno dan survey tim juri tertutup, ditemukan banyak RW yang pada lomba tahun lalu zonk, tapi tahun ini menunjukkan penataan maksimal.

Kejutan ini menjadi bukti jika LKBA sangat memberi banyak perubahan, seperti yang terjadi pada salah satu kampung di wilayah Serang Selatan. Pada LKBA tahun lalu, lingkungan di kampung ini tak mendapat nominasi juara. Soalnya, penataan yang dilakukan hanya pemagaran dan pengecatan jalan.

Namun saat tim Radar Banten mengunjungi lingkungan ini pada Minggu (20/12), kampung ini berubah drastis. Dari yang dulunya kumuh, sekarang penuh penataan. Gapura bambu berukuran besar menjadi penanda pintu masuk kampung ini. Di sepanjang jalan sekira 900 meter yang melewati RT 05, RT 07, dan RT 09 dilengkapi pagar bambu dan tanaman.

Ada pula enam taman di lokasi berbeda di RW 04. Taman baca, Taman Pesona, taman tanaman obat keluarga (toga), taman hidroponik, dan dua taman bunga di pekarangan rumah warga.

Di RW lainnya, ada pula warga yang mengubah tempat sampah menjadi taman. Taman dibangun warga di atas lahan seluas 870 meter persegi. Sebelumnya, lahan ini menjadi tempat warga membuang sampah termasuk popok bayi dan tempat untuk buang air besar.

Tekad warga untuk mengubah kampungnya menjadi tidak kumuh menguat ketika Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020 digulirkan. Tempat sampah liar itu pun dibersihkan. Tumpukan sampah rumah tangga dikeruk dan diangkut menggunakan truk untuk dibuang Bekas kerukan kemudian ditimbun dengan tanah dan pasir. Warga lalu iuran untuk membuat kampungnya menjadi bersih dan indah.

“Memang banyak sekali juara baru bermunculan, ini merupakan bukti adanya persaingan ketat antar RW,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Nasir Al Afghani kepada Radar Banten, Selasa (22/12).

Nasir mengaku, kejutan atas munculnya RW-RW yang menjadi juara baru tahun ini, merupakan indikasi meningkatnya partisipasi warga terhadap LKBA. Menurutnya, jumlah peningkatan partisipasi tahun ini sudah melebihi 70 persen. Jika LKBA diadakan lagi tahun, ia memprediksi, seluruh RW bisa ikut berpartisipasi. “Bayangin aja, lagi pandemi gini aja warga antusias menata kampung, apalagi nanti kalau pandemi udah beres,” ungkapnya.

Hal serupa juga diakui tim juri dari kepolisian IPTU Tata Suatara, partisipasi warga pada LKBA bukan hanya dibuktikan pada hasil penataan lingkungan, tapi juga pada kelengkapan alat keamanan di pos ronda. “Sekarang, hampir semua pos ronda sudah dilengkapi alat keamanan,” tuturnya.

Tata menilai, jika tidak ada pandemi Covid-19 maka sebanyak 1.511 RW bisa bersaing. Bahkan, berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, warga juga melakukan swadaya yang nilainya hingga puluhan juta. “LKBA memang luar biasa, mampu menggerakkan warga untuk mengubah kampung jadi indah,” pungkasnya. (mg06/air)