Banyak modus penipuan yang dilakukan pelaku kejahatan. Terbaru, ada penipuan melalui anjungan tunai mandiri atau ATM. Modus tersebut dilakukan pelaku dengan cek palsu yang sengaja dijatuhkan untuk ditemukan oleh korbannya.

Purwanto, warga Perumahan Mitra Raya, Batamcentre nyaris menjadi korban penipuan cek palsu senilai Rp 2,5 miliar. Cek tersebut ditemukannya di depan Jalan Raja Ali Haji depan Kantor Kejaksaaan Negeri Batam. Terbungkus plastik bening bertuliskan Bank Danamon.

“Pas dilihat ada amplop berisi cek, nama perusahaan dan nomor telepon serta Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan surat tanah,” ujar Purwanto, seperti dikutip dari batampos.co.id (group JPNN), Rabu (6/1).

Mengetahui amplop itu penting, pria 38 tahun tersebut langsung mengamankannya. Ia pun terkejut, karena pada saat membuka ada cek sebesar Rp 2,5 miliar. Berniat mengembalikan kepada pemiliknya. Ia pun menghubungi nomor yang tertera disana.

“Ada tanda tangan pemilik dan cek bertuliskan resmi,” katanya.

Berhubung ada nomor telepon atas nama H Mukhtar Lutfi, ia pun menghubungi melalui pesan singkat SMS. Namun tak berapa lama kemudian, seorang pria yang mengaku sebagai Mukhtar menelpon balik dan membenarkan telah kehilangan cek tersebut.

Dalam pembicaraan telepon itu, Mukhtar meminta tolong agar Purwanto mengembalikan cek tersebut dan mengiming-imingi akan memberikan hadiah sebesar Rp 50 juta. Namun dengan syarat ia harus mentransfer uang minimal Rp 2 juta untuk pencairan.

“Di situ saya mulai curiga. Awalnya dia ngaku lagi di Singapura, dan berjanji akan mencairkan uang lusanya. Namun tak tahu kenapa, dia menyuruh segera ke ATM dan mentrasfer uang Rp 2 juta. Katanya biar transaksinya lancar. Kan aneh,” ucapnya.

Permintaan tersebut sontak ditolak mentah-mentah Purwanto. Meskipun pemilik cek tersebut menghubunginya hingga beberapa kali, tetap tak ditanggapinya. “Sibuk nelfon terus si Mukhtar ini. Makanya saya lapor ke polisi saja,” kesalnya.

Sementara itu, Kapolsek Batamkota, Kompol Arif Budi mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan penemuan cek miliar rupiah tersebut. Menurutnya, ini modus penipuan baru yang dilancarkan pelaku kejahatan untuk menipu korbannya.

“Jangan tergiur dengan imingi-ming hadiah. Patikan dulu kebenarannya, baik ke Bank yang bersangkutan maupun kepada kami langsung,” ujar Kapolsek.

Arif juga menghimbau, agar masyarakat tidak mudah percaya dan tergiur dengan imbalan yang diberikan orang tak dikenal. “Ini merupakan modus penipuan baru yang dilakukan pelaku kejahatan. Selalu waspada dan tidak mudah percaya,” sebutnya. (rng/ray/JPNN)