Ayah Hilang, Anak Tersangkut di Kawat

Petugas gabungan melakukan pencarian satu warga yang masih hilang terseret arus.

CILEGON – Sukmawijaya (38) bersama dua orang anaknya, Rafaza Adrian Wijaya (7) dan Arfan Arasid Wijaya (4) warga Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang terseret arus irigasi di Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang, Selasa (5/5).

Rafaza dan Arfan berhasil diselamatkan, sedangan Sukma hanyut terseret sungai Kali Tumpang dan hingga pukul 12.30 WIB masih belum ditemukan.

Informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu bermula saat Sukma dan kedua anaknya mengunjungi kediaman kakaknya di Gedong Dalem sekira pukul 06.00 WIB.

Di lokasi kejadian, Sukma menghentikan laju kendaraan sepeda motor yang ditumpanginya untuk melihat kondisi banjir yang menerjang kelurahan tersebut.

Sukma memberhentikan laju kendaraan tepat di tepi irigasi, tanpa mematikan mesin. Nahas, Arfan yang berada di depan Sukma menarik tuas gas sehingga motor hilang kendali dan jatuh.

Tubuh Sukma dan kedua anaknya pun terseret arus banjir yang menutupi jalan. Badan Arfan tersangkut pagar kawat yang membatasi bahu jalan dan irigasi. Sedangkan Sukma bersama Rafaza terseret ke dalam irigasi selebar kurang lebih satu meter tersebut.

Derasnya aliran air di irigasi akibat banjir membuat tubuh anak dan bapak itu terseret hingga masuk ke dalam aliran sungai Kali Tumpang yang berjarak kurang lebih 50 meter dari lokasi terjatuhnya motor.

Sukma berupaya menyelamatkan Rafaza, upaya itu berhasil setelah tubuh anak sulungnya itu tersangkut di pohon dan diselamatkan warga yang berada di sekitar lokasi. Sukma lah yang justru tak tertolong dan terseret arus sungai sangat deras.

Lurah Masigit, Rohimin yang dimintai keterangan mengaku mendapatkan informasi adanya orang hanyut dari masyarakat. Pihaknya kemudian langsung berkoordinasi dengan kepolisian dan Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Banten.

Pihak kelurahan, warga, dan aparat gabungan yang terdiri dari Basarnas, polisi, TNI, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon, serta unsur lainnya pun langsung melakukan proses pencarian dengan menyusuri aliran sungai. “Dua anaknya selamat, saya sudah cek ke rumahnya hanya lecet-lecet,” ujar Rohimin kepada wartawan di lokasi kejadian.

Menurutnya, upaya pencarian akan terus dilakukan semaksimal mungkin menggunakan peralatan yang ada.

Diakui Rohimin, sejak Senin (4/5) Kelurahan Masigit menjadi salah satu wilayah yang terdampak banjir. Kendati air dipermukiman mulai berangsur surut, namun aliran sungai hingga Selasa (5/5) pagi masih sangat deras.

Di lokasi yang sama, Kasubsi Ops Basarnas Banten, Heru Amir menjelaksan, untuk mencari korban, sekira 30 personel gabungan telah dikerahkan. “Basarnas menurunkan dua perahu karet,” ujar Heru.

Area pencarian dilakukan dari titik awal tenggelamnya korban hingga hilir sejauh tujuh kilometer.

Petugas akan melakukan proses pencarian sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Kondisi derasnya aliran sungai dan keruhnya air menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian tersebut.

Sepupu korban, Enting Fahrudin berharap agar Sukma bisa segera ditemukan oleh tim pencarian. Keluarga masih berharap Sukma ditemukan dalam keadaan hidup. “Mohon doanya pada semua biar bisa ketemu,” ujarnya. (bam/air)