Ayo! Tertib Administrasi Surat Kematian

Manusia pada umumnya telah memiliki jalan hidupnya masing – masing. Lahir, sehat, sakit, dan mati merupakan sebagian besar peristiwa yang akan dialami oleh seseorang. Tanpa kita pungkiri, masih banyak yang belum mengerti apa manfaat dari surat kematian, serta tidak tertibnya administrasi surat kematian, yang berujung cikal bakal banyaknya kesulitan di masa depan.

Kematian seseorang kadang terjadi mendadak dan tidak diduga-duga. Di saat itu pula seseorang mengalami situasi yang tidak menentu,  perasaan bingung, emosi, kalut dan kurangnya informasi membuat keadaaan semakin tidak menentu disaat seseorang kehilangan keluarga tercinta. Surat kematian adalah surat resmi dari suatu instansi resmi yang menerangkan seseorang telah meninggal dunia, di mana di dalamnya berisi identitas almarhum/almarhumah, waktu kematian, tempat/ rumah sakit dimana korban diperiksa, dokter pemeriksa hingga sebab kematian.

     Berdasarkan sumbernya ada dua macam jenis surat kematian:

  • Surat kematian biasa: Surat kematian ini mencatat kematian individu yang mati yang tidak berhubungan dengan suatu tindak pidana dan di bawah pengawasan dokter. Dalam hal ini dokter telah memberikan perawatan atau pengobatan sebelum orang itu mengalami masa kritis dan meninggal.
  • Surat kematian yang dibuat oleh dokter forensik: Surat kematian  ini mencatat kematian sesorang yang diduga tidak wajar dan atau mengalami proses tindak pidana, tentunya dokter forensik telah melakukan pemeriksaan sebelum menerbitkan surat kematian tersebut.

Surat kematian merupakan salah satu surat yang paling berharga, pada saat itu dan sering kali luput dari perhatian karena kesibukan upacara kedukaan maupun proses pemakaman anggota keluarga tercinta.

Manfaat surat kematian antara lain;

  • Keperluan mengurus klaim asuransi, pencairan deposito, tabungan, dana pensiun, warisan kepada keluarga yang ditinggalkan. Adanya kesalahan dalam ejaan nama, spasi, serta titik koma, kadang menghambat proses klaim tersebut dan sering kali menjadi masalah besar.
  • Keperluan mengurus pemakaman/pembakaran jenazah.
  • Keperluan untuk menikah kembali atau hak asuh anak.
  • Keperluan penyelesaian utang piutang.
  • Keperluan daftar pemilih tetap dalam pilkada maupun kasus yang menyangkut masalah pidana di kepolisian.

Banyaknya manfaat dari surat kematian tersebut kadang disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan sering kali keluargalah yang menjadi korban, bahkan sering kali pihak asuransi membawa masalah tersebut ke ranah hukum.

Penerbitan surat kematian, ternyata didasari  oleh beberapa landasan hukum yang sah, antara lain Peraturan bersama Mendagri dan Menkes Nomor 15 Tahun 2010 Nomor 162/Menkes/PB/I/2010 Tentang Pelaporan Kematian dan Penyebab Kematian, KODEKI, serta KUHAP.

Surat kematian hanya dikeluarkan hanya satu kali oleh fasilitas kesehatan primer, di mana dalam pengisiannya harus cermat dan teliti, karena jika ada kekeliruan di dalam penulisan identitas atau ketidaksesuaian almarhum/almarhumah akan menyulitkan keluarga di kemudian hari.

Berikut ini adalah tips dalam pengisian surat kematian yang seringkali luput dan menyulitkan keluarga:

  • Keluarga mendapat surat kematian dengan format yang telah ditentukan pemerintah.
  • Semua item dalam surat kematian diisi oleh petugas/ dokter yang membuat.
  • Tulisan dengan huruf cetak dan dengan tinta hitam.
  • Periksa kembali ejaan nama almarhum/almarhumah sesuai dengan identitas yang berlaku (KK,KTP, akta kelahiran, dsb)
  • Tanda tangan pemeriksa dan nama jelas pemeriksa.
  • Jangan menduplikasi formulir/scan dengan komputer, jika dibutuhkan surat kematian di fotokopi dan dilegalisir oleh instansi terkait untuk legalitasnya.

Dengan begitu banyak manfaat dan kendala yang terjadi dengan surat kematian, seyogianya kita mengerti betapa pentingnya tertib administrasi dalam surat kematian.

Semoga bermanfaat.

Ditulis: dr. Stephanus Rumancay, M.H.,Sp.KF

Siloam Hospitals Lippo Village, PDFI Banten, RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi