Badan Kehormatan akan Mediasi Hasbudin dan Yusuf Amin

Gedung DPRD Cilegon
Gedung DPRD Cilegon

CILEGON – Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Cilegon akan memediasi antara Ketua Fraksi PAN Hasbudin dan Wakil Ketua Fraksi PDIP M Yusuf Amin. Jalan damai dinilai lebih baik dibandingkan harus menempuh proses hukum.

Sekretaris BK Sofwan Marjuki menjelaskan, mediasi disepakati dalam rapat tertutup yang digelar oleh BK di kantor DPRD Kota Cilegon, Selasa (10/4). “Nanti kita akan mempertemukan kedua belah pihak,” ujarnya.

Menurutnya, BK akan berupaya menengahi persoalan yang terjadi antara Hasbudin dan Yusuf Amin. Upaya itu rencananya akan dilakukan Jumat (13/4) mendatang. Setelah proses itu selesai, menurut Sofwan, pihaknya akan menyampaikan hasilnya ke publik melalui awak media. “Untuk lebih jelasnya nanti yah,” ujarnya.

Menurut Sofwan, upaya yang akan dilakukan oleh BK itu merupakan salah satu bentuk tanggung jawab BK terhadap persoalan yang sedang terjadi di tengah-tengah lembaga legislatif itu. Sofwan pun berharap persoalan antara kedua anggota DPRD itu bisa segera berakhir dengan baik.

Hasbudin dan Yusuf sebelumnya terlibat perselisihan hingga adanya aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh Hasbudin kepada Yusuf Amin. Persoalan itu pun lanjut ke meja hukum yang ditangani Polres Cilegon.

Selain membahas tentang persoalan itu, rapat BK juga membahas hilangnya mobil dinas Ketua Komisi III DPRD Cilegon Babay Suhaemi. Mobil merek Toyota Innova dengan nomor polisi A 1007 R itu disebut-sebut hilang setelah dipinjam anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Andi Kurniyadi pada akhir Oktober 2017. “Tadi sudah ada beberapa kesepakatan. Salah satunya, yaitu keduanya siap mengganti mobil itu,” ujarnya.

Menurutnya, mekanisme penggantian bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu mengganti unit itu sesuai dengan tahun dan bulan unit, atau dengan uang senilai unit itu. “Pakai mekanisme yang mana, nanti bagaimana keduanya,” katanya.

Hal itu pun dibenarkan oleh anggota BK lainnya, Rahmatullah. Saat dikonfirmasi, Rahmat membenarkan dua hal itu yang dibahas. “Benar itu, lebih jelasnya ke Pak Sofwan saja, dia yang pimpin,” tuturnya. (Bayu Mulyana/RBG)