Keseringan diantar pulang, Yeni (27), nama samara, malah jadi ketagihan. Selain merasa nyaman, dibonceng dengan motor Kawasaki Ninja membuatnya serasa kembali menjadi anak remaja. Meski awalnya mengaku sahabatan, lambat laun keduanya malah jadian. Menghancurkan hati sang suami tercinta, sebut saja Jaka (28).

Bekerja sebagai tukang las motor, Jaka tak bisa memantau kegiatan sang istri tercinta saat pulang kerja. Meyakini kalau Yeni tidak akan bertindak macam-macam, terlebih dengan kehadiran sang buah hati tersayang, ternyata bagai udang di balik batu, ibu muda beranak satu itu merahasiakan sesuatu.

Diantar pulang lelaki rekan sekerja, ia ternyata menyimpan rasa. Parahnya, sang lelaki juga memliki rasa yang sama. Jadilah keduanya menjalani hubungan terlarang. Seolah ingin menikmati indahnya perselingkuhan, mereka selalu pulang bersama setiap malam.

Aih, tapi kok Kang Jaka enggak tahu sih?

“Diantarnya mah cuma sampai depan jalan utama, pas masuk jalan menuju rumah dia naik ojek. Ya, mana saya tahu?” kata Jaka kepada Radar Banten.

Tak bisa dimungkiri, profesi sebagai tukang las membuat Jaka minder sendiri. Penghasilan sang istri lebih besar, setiap bulan bisa membeli keperluan dapur. Apa mau dikata, merasa paling berjasa dalam keberlangsungan rumah tangga, Yeni besar kepala.

Meski begitu, Jaka mengaku tak berdaya. Sekolah hanya lulusan SMA, membuatnya tak punya kemampuan apa-apa selain mengelas motor yang sudah digelutinya sejak muda. Terlebih, sang istri tercinta bersikap ketus, membuatnya tak berani menegur saat Yeni pulang malam.

Maklumlah, lantaran tak ada biaya, Jaka menumpang di rumah mertua. Beruntung ia masih diterima, apalagi dengan diizinkannya membuka warung las di depan rumah, membuatnya tak berani membantah. Pokoknya, kalau sampai terjadi keributan dalam rumah tangga, Jaka selalu tak enak hati. Jadi, daripada ribet, ia memilih pasrah pada keadaan.

Ya ampun, sabar ya Kang!

“Susah saya mah, Kang. Mau marah enggak enak, mau ngatur-ngatur juga enggak enak. Jadi ,ya sudah bagaimana dia saja,” curhat Jaka.

Hingga suatu hari, datanglah laporan dari seorang teman yang sering melihat sang istri diantar pulang oleh lelaki. Tak ingin bersikap gegabah, Jaka tidak menegur langsung istrinya. Ia justru menawarkan diri untuk menjemput bekerja. Ibarat kucing mencium bau ikan segar, Jaka mulai mencium bau tak sedap saat Yeni menyatakan penolakan.

Dengan alasan jarak yang jauh dan biasa pulang sendiri, Yeni melarang Jaka menjemputnya. Semakin penasaran dengan kebenaran ucapan teman, diam-diam Jaka menunggu di jalan tempat biasa Yeni diantar pulang. Dan tepat jam 12 malam, apa yang ia takutkan menjadi kenyataan. Dengan mata kepalanya sendiri Jaka melihat sang istri diantar oleh seorang lelaki bermotor Ninja. Parahnya, sambil ketawa-ketiwi, Yeni menyalami punggung tangan sang lelaki layaknya suami istri. Astaga.

“Padahal kalau sama saya enggak pernah dia cium tangan pas pergi dan pulang kerja. Cuma awal nikah doang, kalau sekarang mah ya elah, jangankan cium tangan, pamit saja enggak,” tukas Jaka emosi.

Seperti diceritakan Jaka, sang istri tercinta sejak muda memang memiliki sikap cuek dan ketus. Namun, bagai buah durian yang keras di luar lembut di dalam, Yeni sebenarnya wanita baik. Itu pun kalau sedang ada maunya. Waduh. Namun, justru sikap ketusnyalah yang membuat Jaka jatuh cinta.

Duh, aneh banget sih Kang Jaka ini. Masa, cinta sama cewek ketus?

“Ya, justru sikapnya yang cuek dan ketus itu bikin penasaran. Enggak kayak wanita pada umumnya, digoda sekali langsung dapat. Kalau Yeni mah, harus dengan penuh perjuangan mendapatkannya,” kata Jaka Bangga.

Ia bercerita, saat pertama kali berjumpa dengan Yeni, Jaka langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Waktu itu ia dan Yeni sedang melamar kerja di salah satu perusahaan ternama di Kabupaten Serang. Berawal curi-curi perhatian, Jaka memberanikan diri mengajak ngobrol Yeni.

Apesnya, berharap ditanggapi, sang wanita pujaan hati malah pergi seolah tak peduli. Tapi, bukan Jaka namanya kalau menyerah begitu saja. Di pertemuan kedua, ia kembali mengajak ngobrol Yeni. Meski hanya dijawab singkat, hanya iya atau tidak, Jaka sudah bahagia.

Cie

Mereka sama-sama diterima bekerja. Pucuk dicinta ulam pun tiba, Jaka bertemu Yeni saat sedang menanti angkutan umum sepulang bekerja. Menawarkan tumpangan, jadilah keduanya pulang bersama. Seiring berjalannya waktu, Yeni pun membuka diri dengan memberikan nomor handphone-nya.

Meski awalnya hanya dibalas seperlunya, bahkan terkadang tidak mengangkat panggilan telepon Jaka, diam-diam Yeni memendam rasa. Kehadiran Jaka yang selalu bisa menemani saat gelisah, membuat Yeni merasakan kenyamanan. Tiga bulan pendekatan, mereka pun jadian.

Singkat cerita, Jaka dan Yeni sepakat menuju jenjang pernikahan. Waktu itu ia masih bekerja di perusahaan yang sama. Mengadakan pesta pernikahan sederhana, mengundang teman dan tetangga, keduanya resmi menjadi sepasang suami istri.

Apesnya, saat tengah menanti kelahiran anak pertama, Jaka justru dipecat dari tempatnya bekerja. Padahal, waktu itu Yeni sedang cuti lantaran menunggu kehamilannya. Tak punya penghasilan, mereka banyak meminjam uang kepada tetangga dan mertua.

Jaka mencoba bangkit dan mencari kerja, tetapi tak kunjung mendapat hasil.  Berbeda dengan Yeni, sekali melamar, langsung diterima. Sejak saat itulah hubungan mereka mulai renggang. Jaka yang membuka usaha las motor selalu dianggap rendah oleh istrinya. Ya ampun.

Hingga perselingkuhan itu terjadi di depan mata, Jaka menegur sang istri tercinta. Parahnya, Yeni justru menanggapinya dengan amarah. Jaka tak terima, ia yang disakiti malah istri yang emosi. Keributan pun terjadi. Seolah tak kuat lagi mempertahankan hubungan, Yeni menuntut perceraian. Mereka pun berpisah dan mengakhiri rumah tangga.

Ya ampun, sabar ya Kang Jaka. Sudah sekarang mah cari kerjanya yang semangat, Kang supaya dapat istri lagi dan hidup bahagia. Amin. (daru-zetizen/zee/dwi/RBG)