Bagian Selatan Pandeglang Jadi Tempat Peredaran Miras

0
58

PANDEGLANG – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta mengatakan, wilayah selatan Pandeglang kini menjadi tempat peredaran minuman keras (miras). Penyebabnya, kata dia, selain karena minim pengawasan, juga akibat belum adanya peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang penjualan minuman beralkohol.

Menurut Fahmi, untuk menekan jumlah penjualan miras di wilayah selatan, instansinya akan segera melakukan tindakan bersama dengan pemerintah kecamatan dan aparat penegak hukum terhadap para penjual miras. “Nanti kita akan berkirim surat dan melakukan tindakan dengan pak camat. Artinya sekarang program kerja kita akan kita sisir ke semua kecamatan agar tidak ada lagi yang menjual miras. Kalau masih ada, akan ditindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” katanya, kemarin.

Fahmi mengakui saat ini Pemkab Pandeglang belum memiliki perda yang mengatur penjualan minuman beralkohol. Oleh karena itu, kata dia, para camat memiliki peran penting dalam mengawasi peredaran miras. “Perda nol persen akan kita kaji dan kita usulkan agar dibuatkan perdanya. Untuk saat ini memang belum ada aturan yang mengatur itu, makanya akan kita usulkan,”katanya.

Fahmi mengatakan, dari informasi yang diperoleh, ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat penjualan miras, seperti di wilayah Kecamatan Panimbang, Sobang, Patia, dan beberapa kecamatan lainnya. “Kecamatan Panimbang, Sobang, dan Kecamatan Patia paling banyak menjual miras. Ternyata di selatan rawan semua. Makanya akan kita komunikasikan dengan camatnya agar bisa menindak para penjual miras,” katanya.

Ditanya soal pemasok miras tersebut? Fahmi mengaku belum mengetahui secara pasti. Akan tetapi, dari informasi yang didapat, miras yang dijual di Pandeglang berasal dari Jakarta dan beberapa daerah di Banten. “Pasokan mirasnya dari luar daerah, bisa dari Jakarta maupun daerah lain selain di Pandeglang. Makanya, akan kita selidiki semuanya, agar bisa kita tindaklanjuti,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Pery Hasanudin meminta kepada semua camat agar melakukan pengawasan dan menindak bagi para penjual miras. Apabila ada yang menolak atau keberatan, kata dia, laporkan kepada petugas berwajib agar ditindak sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. “Para camat harus mengawasi betul-betul daerahnya agar tidak ada yang menjual miras. Kalau masih ada yang bandel, bawa ke aparat penegak hukum agar diselesaikan dengan hukum yang berlaku,” katanya. (dib/zis)