Bahasa Jawa Cilegon Jadi Perwal, Ini Tanggapan Kepala Kantor Bahasa Banten

0
83
CILEGON – Pemkot Cilegon telah menetapkan hari Kamis sebagai hari wajib berbahasa jawa Cilegon. Penetapan itu kini telah diatur dalam Peraturan Walikota Cilegon No 57 Tahun 2017, Pasal 13 tentang Penggunaan, Pemeliharaan, Pengembangan Bahasa, dan Sastra Jawa Cilegon.

Menanggapi penetapan ini, lalu apa kata Kepala Kantor Bahasa Banten pada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementeriaan Pendidikan dan Kebudayaan RI?

Menurut Kepala Kantor Bahasa Banten pada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementeriaan Pendidikan dan Kebudayaan RI, M Lutfi Baehaki di Banten khususnya hanya ada empat bahasa daerah yang diakui keasliannya. Yakni bahasa Jawa dialek Banten, Lampung Cikoneng, Sunda dialek Banten, dan Melayu Betawi.

“Kalau secara akademisi bahawa Jawa Cilegon itu ya bahasa Jawa. Ketika dilakukan pemetaan mengarah pada bahasa Jawa dialek Banten, karena bahasa Jawa Cilegon banyak persamaan dengan bahasa Jawa yang di Serang dan selisih perbedaannya sedikit sekali. jadi kita merujuknya kesitu,” ujarnya saat menghadiri sarasehan bahasa Jawa Cilegon di hotel Greenotel Cilegon, Selasa (28/11).

“Tapi kalau secara sosiolinguistik itu sah-sah saja orang mengatakan bahasa Jawa Cilegon sebagai identitas diri dan sebagainya. Apalagi ini diusulkan oleh pemerintah daerah. Semoga saja nanti dari perwal akan menjadi perda,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Cilegon, Heri Mardiana mengatakan penerapan berbahasa jawa cilegon ini merupakan bagian dari pelestarian bahasa, dimana saat ini penggunaan bahasa khususnya Jawa Cilegon dikalangan anak-anak sudah jarang diucapkan.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan sosialisasi kesetiap sekolah-sekolah, lingkungan pemerintah serta kecamatan dan kelurahan tentang Perwal No.57 tahun 2017 ini,” tuturnya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Kota Cilegon Sari Suryati menuturkan, Kota Cilegon merupakan salah satu kota di Banten yang kaya dengan berbagai warisan budaya.

“Saya berharap agar para peserta sarasehan ikut berpartisipasi dan mendorong pelestarian bahasa Jawa Cilegon sebagai identitas daerah. Serta meminta dukungan dari segenap warga Kota Cilegon agar pelaksanaan pelestarian bahasa Cilegon dapat dilaksanakan diberbagai bidang baik pendidikan, pemerintahan dan kemasyarakatan,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)