Bahayanya Asap Rokok untuk Ibu Hamil dan Janin

BUKAN rahasia lagi, dampak negatif yang didapatkan dari asap rokok sangatlah merugikan kesehatan. Ada sejumlah bahaya yang menanti hanya dari asap tersebut. Untuk wanita yang sedang hamil, efek buruknya tak hanya memengaruhi sang ibu tetapi juga janin yang dikandung.

Dampak asap rokok secara umum.

Tidak ada kandungan yang baik dalam sebuah rokok, dari aseton dan tar sampai nikotin dan karbon monoksida. Zat yang Anda hirup tidak hanya memengaruhi paru-paru Anda, tetapi juga seluruh organ dalam tubuh.

Dampak asap rokok bisa terjadi secara langsung ataupun bertahun-tahun setelah jumlah zat berbahayanya menumpuk dalam darah. Secara langsung, efek yang dapat Anda rasakan adalah sesak napas dan batuk.

Sementara dalam jangka panjang, rokok memiliki berbagai dampak kesehatan, seperti menopause dini, konstriksi pembuluh darah yang bisa meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan peningkatan pembuluh darah, serta imbas negatif lainnya.

Kandungan berbahaya pada rokok.

Rokok mengandung sekitar 600 zat berbahaya. Saat bahan-bahan ini terbakar, mereka menghasilkan lebih dari 7.000 bahan kimia, menurut American Lung Association. Banyak dari bahan kimia tersebut beracun dan setidaknya 69 di antaranya terkait dengan kanker.

Di Amerika Serikat, tingkat kematian perokok adalah tiga kali lipat dari orang-orang yang tidak pernah merokok. Faktanya, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan bahwa merokok adalah penyebab kematian yang paling umum di Amerika Serikat.

Efek merokok mungkin tidak langsung terjadi, tapi komplikasi dan kerusakannya bisa berlangsung bertahun-tahun. Kabar baiknya adalah berhenti merokok bisa mengembalikan kesehatan Anda seperti semula.

Mekanisme asap rokok dalam meracuni janin.

Asap rokok ini berbahaya bagi semua orang, baik yang merokok ataupun tidak merokok (perokok pasif). Karena itu, penting sekali bagi ibu hamil untuk menjauhi rokok dan asap rokok. Lalu, apa saja dampak asap rokok bagi ibu hamil dan janin?

Seperti telah dibahas sebelumnya, asap rokok mengandung 7.000 bahan kimia, mulai dari timbal, karbon monoksida, dan masih banyak zat berbahaya lainnya. Ketika dihirup oleh ibu hamil, zat-zat tersebut akan masuk ke dalam pembuluh darah.

Padahal, pembuluh darah adalah satu-satunya jalan bagi nutrisi dan oksigen yang penting untuk tumbuh kembang janin.

Saat nutrisi dan oksigen tidak bisa disalurkan dengan sempurna, maka dampak yang bisa didapat adalah:

1. Persalinan prematur atau belum cukup bulan. Persalinan prematur ini akan memaksa organ yang belum waktunya bekerja untuk dapat berfungsi normal.

2. Berat badan lahir rendah karena kurangnya nutrisi. Padahal nutrisi adalah salah satu faktor penting dalam tumbuh kembang janin.

3. Kelahiran mati atau keguguran yang disebabkan oleh kurangnya asupan oksigen yang sangat dibutuhkan dalam perkembangan janin.

Zat berbahaya di dalam rokok, seperti nikotin dan karbon monoksida, bekerja sama untuk mengurangi suplai oksigen ke janin dalam kandungan Anda. Nikotin menghambat suplai oksigen dengan menyempitkan pembuluh darah ke seluruh tubuh, termasuk yang ada di tali pusar. Hal ini tentu akan berbahaya bagi tumbuh kembang janin.

Oleh karena itu, Anda harus benar-benar menghindari rokok maupun asap rokok saat hamil. Jika seseorang merokok di dekat Anda, jangan sungkan meminta mereka untuk mematikan rokoknya dan katakan dengan baik bahwa Anda sedang hamil. (RS/RVS/klikdokter)