Balas Dendam, Perserang Tekuk Cilegon United 0-1

Cilegon United
Striker Cilegon United Ridho Nurcahyo berusaha melewati adangan pemain belakang Perserang di Stadion KS, Cilegon, Sabtu (7/5). (Foto: Andre AP)

CILEGON – Laga derby Banten babak penyisihan grup II Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016 yang mempertemukan Cilegon United (CU) dan Perserang berakhir manis bagi skuat Laskar Singandaru, julukan Perserang. Tim besutan Iskandar sukses memetik poin penuh atas Laskar Geger Cilegon -julukan CU- pada lawatannya di Stadion Krakatau Steel (KS) yang merupakan home base CU dengan skor tipis 0-1 pada pertandingan yang dilangsungkan Sabtu (7/5) sore.

Kemenangan ini bukan saja memberi poin penuh bagi Perserang. Namun juga, mampu membalas dendam atas kekalahan Perserang dari CU pada pertemuan pertama kedua tim di ajang resmi, yakni Piala Kemerdekaan 2015. Saat itu Perserang harus mengakui keunggulan CU dengan skor 2-1 di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, yang merupakan kandang Perserang. Dengan demikian, statistik kedua tim saat ini berimbang. Dari dua kali pertemuan, kedua tim saling mengalahkan.

1. Jalannya Pertandingan

Jalannya pertandingan big match dua tim wakil Banten penghuni grup II ISC B 2016 yang dipimpin wasit Kuspriyanto berlangsung lambat. Kedua tim terlihat hati-hati dalam mengatur serangan. Sebagai tuan rumah, CU terlihat mendominasi sepanjang pertandingan. Sementara, Perserang hanya mengandalkan serangan balik dan lebih banyak bertahan serta bermain sabar.

Meski CU lebih dominan dalam serangan, rapatnya pertahanan Perserang membuat serangan yang dibangun Rinto Ali cs menjadi tak berarti. Babak pertama pun berakhir sama kuat dengan skor 0-0. Memasuki babak kedua, CU masih tetap mendominasi pertandingan. Serangan dari berbagai arah dengan gencar dilancarkan penggawa Laskar Geger Cilegon.

Tercatat dua peluang mampu diciptakan skuat besutan Imam Riyadi. Peluang pertama CU melalui Ryco Fernanda menit ke-65 melalui sundulan menerima umpan dari sepakan pojok yang dilepaskan Dian Endra. Namun sayang, sundulan Ryco melesat tipis di sisi kanan gawang Perserang yang dikawal Tb Safrudin.

Selang lima menit kemudian tepatnya menit ke-70 giliran striker CU Ridho Nurcahyo mengancam gawang Perserang. Umpan terobosan yang dilepaskan Rinto Ali disundul Ridho yang lepas dari pengawalan pemain belakang Perserang. Namun, sundulan Ridho mampu dijinakkan Tb Safrudin yang berdiri di posisi yang tepat.

Asyik menyerang, CU lupa mengamankan lini pertahanan. Petaka pun datang menit ke-81 melalui skema serangan balik cepat yang dilancarkan penggawa Perserang. Mustofa Aji melepaskan umpan terobosan yang melewati satu pemain belakang CU yang diterima Sigit Hermawan. Tanpa ampun Sigit yang berhadapan langsung dengan penjaga gawang CU Ahmad Arif langsung melepaskan tendangan menyusur tanah tanpa mampu dihalau Ahmad Arif. Skor pun berubah untuk keunggulan Perserang 1-0.

CU yang tidak ingin dipermalukan di depan suporter fanatiknya terus berupaya mengurung lini pertahanan Perserang. Satu peluang mampu diciptakan di dalam kotak penalti Perserang. Berawal dari sepakan pojok yang gagal dihalau penjaga gawang Perserang membuahkan kemelut di dalam kotak penalti. Bola jatuh di kaki striker CU, Ridho. Namun, tendangannya ke arah gawang yang kosong menyentuh kaki pemain belakang Perserang. Bola kemudian jatuh dipelukan penjaga gawang Perserang. Setelah itu wasit langsung meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua sekaligus kemenangan untuk Perserang.

2. Apa Kata Mereka?

Ditemui usai laga, Manajer Perserang Babay Karnawi terlihat tidak mampu menyembunyikan rasa kegembiraannya. Dengan lantang ia mengatakan bahwa dendam terbalaskan. “Saya sangat puas atas kerja keras seluruh pemain. Mereka juga ingin membalas atas kekalahan tempo hari dari CU. Sekarang sudah lunas dan statistik kami sama, yakni 1-1. Kami kalah di kandang dan sekarang kami bisa menang di kandang mereka,” kata Babay kepada awak media di Stadion KS, Cilegon, Sabtu (7/5) sore.

Babay menambahkan bahwa saat di ruang ganti, ia memberi motivasi kepada tim agar bisa mengalahkan CU di Cilegon. “Saya katakan kepada pemain bahwa mereka boleh kalah dari tim lain, tapi tidak dari CU. Selain itu, kekompakan juga kunci kesuksesan kami,” imbuhnya.

Kepala Pelatih Perserang Iskandar menyatakan, disiplin dan sabar merupakan kiat timnya mampu mengalahkan CU. “Saya meminta anak-anak untuk bermain sabar dan disiplin. Kami main di kandang lawan dan kami harus main disiplin. Alhamdulillah instruksi tim pelatih mampu dijalani dengan baik oleh pemain,” ucapnya.

Namun, ia mengingatkan kepada Hasanudin cs untuk segera melupakan kemenangan ini karena pekan depan Perserang sudah dihadapkan dengan tim yang tidak kalah bagusnya, yakni Persita Tangerang. “Saya meminta pemain untuk segera fokus menghadapi laga pekan depan dengan Persita. Euforia kemenangan atas CU harus segera dilupakan,” tegasnya.

Terpisah, CEO CU Yudhi Apriyanto mengatakan bahwa kemenangan Perserang hanya sebatas keberuntungan. “Mereka dinaungi dewi fortuna. Lihat saja sepanjang pertandingan kita mampu mengurung mereka. Mereka hanya beruntung saja,” kilahnya.

Yudhi optimistis, mampu membalas kekalahan atas Perserang di pertemuan kedua di kandang Perserang. “Kan masih ada revans. Kami akan membalas kekalahan ini. Dan kami juga belum berakhir, masih ada tujuh laga kedepan yang harus dimaksimalkan,” tutrnya.

Sementara itu, Kepala Pelatih CU Imam Riyadi mengaku bertanggung jawab atas kekalahan tersebut. “Anak-anak main individu dan kurang kompak. Gol Perserang murni kesalahan pemain belakang yang lengah. Tapi, pemain tidak ada yang harus disalahkan. Saya yang bertanggungjawab atas kekalahan ini. Kami harus segera mengevaluasi tim terutama kerja sama antarlini,” katanya. (Andre AP/Radar Banten)