Balita di Ciwandan Derita Gizi Buruk

Masitah menggendong putrinya Qonita yang diduga menderita gizi buruk, Senin (20/1).

CILEGON – Qonita Zalfa Fatimah, balita berusia 13 bulan, warga Lingkungan Kracak, Kelurahan Banjarnegara, Kecamatan Ciwandan, diduga menderita gizi buruk. Akibatnya, putri dari pasangan Sarmani dan Masitah itu pun tak seperti balita pada umumnya. Ia hanya bisa berbaring di tempat tidur, sesekali ia menangis.

Masitah, ibu dari Qonita menuturkan, saat lahir pada 12 Desember 2018 lalu, kondisi anaknya normal dengan berat badan 3,8 kilogram. Ia besama sang suami pun tidak menaruh curiga terhadap kondisi kesehatan anaknya.

“Mulai merasa aneh setiap bulan berat badanya terus turun bukan naik,” ujar Masitah kepada wartawan, Senin (20/1).

Curiga dengan kondisi kesehatan anaknya, Masitah pernah membawa anaknya tersebut ke RSUD Cilegon pada September 2019 lalu. Di sana, Qonita mendapatkan perawatan medis selama enam hari.

Upaya memberikan penanganan medis di rumah sakit dianggap tidak memberikan pengaruh signifikan. Ditambah, biaya hidup yang tinggi selama menjalani perawatan membuatnya tak melanjutkan pengobatan. Masitah dan keluarga pun memutuskan untuk membawa pulang Qonita.

“Dirawat di rumah saja semampunya,” ujar Masitah.

Ia bercerita, upah sang suami yang bekerja sebagai buruh lepas harian hanya cukup untuk biaya sehari-hari. Saat ini, Qonita hanya mengonsumsi ASI dan susu formula pendamping saja yang diterimanya dari Puskesmas Ciwandan. Ia berharap ada uluran tangan untuk membantu pengobatan anaknya agar bisa sehat seperti anak pada umumnya.

Sementara itu, kader kesehatan Puskesmas Ciwandan Masilah menuturkan, Qonita diketahui mulai menderita gizi buruk dari umur lima bulan. Sejak itu, tubuhnya tidak mengalami perkembangan layaknya balita pada seusianya.

Ia melanjutkan, agar Qonita bisa mendapatkan penangan medis, pihaknya membantu agar Qonita terdaftar sebagai perserta BPJS Kesehatan. “Selain bantu daftar ke BPJS Kesehatan, kita juga rutin memberikan pendamping makanan tambahan (PMT) dan bantu susu formula,” ujarnya. (bam/ibm/ira)