Balita Tewas Terpanggang

0
941
Api masih berkobar dari dalam sebuah rumah di Kampung Tapos, Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Jumat (22/1). Kebakaran itu menyebabkan kerugian materil mencapai Rp100 juta.

TANGERANG – Aprilia Shifa Faresha (3), tewas terpanggang usai rumah orangtuanya ludes terbakar, Minggu (24/1). Terbakarnya rumah di Jalan Merdeka, Gang Abu Bakar, RT 01/01, Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang itu diduga dipicu obat nyamuk bakar.

Informasi diperoleh, kobaran api itu diketahui warga sekira pukul 05.45 WIB. Kepulasan asap hitam dan kobaran api terlihat dari rumah milik Alen (40).

“Saya baru selesai salat subuh, dan keluar rumah untuk menyiram tanaman. Tetapi saya lihat ada asap tebal dan api, dari situ saya teriak untuk mengumpulkan warga karena rumah Bapak Alen terbakar,” kata Nurmawan (35) ditemui Tangerang Ekspres (Radarbantengroup) di lokasi kejadian, kemarin (24/1).

Teriakan Nurmawan didengar warga lain. Mereka bergegas keluar rumah dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Tetapi, kobaran api makin membesar.

“Saya koordinasi dengan Ketua RT, selanjutnya menghubungi pihak pemadam kebakaran untuk segera memadamkan api agar tidak menyambar ke rumah warga,” ungkap Nurmawan.

Alen yang tengah berada di bengkelnya, pulang ke rumah usai mendengar rumahnya terbakar. Dia berusaha menerobos kobaran api untuk menyelamatkan Faresha. Tetapi, korban yang berada di lantai 2 rumah itu tidak terselamatkan. Alen bahkan sempat terluka dan terjebak kobaran api rumahnya sebelum warga menyelamatkan. “Orangtua korban sempat pulang untuk menyelamatkan anak keduanya, tetapi tidak berhasil karena api sudah besar. Alen mengalami luka bakar karena berusaha menerobos api, saat ini korban meninggal sudah di semayamkan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Febi Darmawan.

Sebanyak 30 petugas BPBD Kota Tangerang yang datang ke lokasi kejadian sempat kesulitan memadamkan api lantaran sempitnya akses menuju rumah korban.

“Akan tetapi, petugas dibantu warga berhasil memadamkan rumah tersebut,” kata Febi.

Selain korban jiwa, kebakaran itu menyebabkan kerugian materil senilai Rp25 juta. “Api berhasil di padamkan sekira Pukul 07.00 WIB, kasus ini sudah ditangani oleh Polsek Jatiuwung untuk mengetahui penyebab lainnya,” tutupnya.

KORSLETING

Kebakaran rumah juga terjadi di Kabupaten Tangerang. Sebuah rumah di Kampung Tapos, Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa ludes terbakar, Jumat (22/1). Diduga kebakaran itu disebabkan korsleting atau arus pendek listrik.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang Kosrudin mengatakan, kobaran api berhasil dipadamkam setelah petugas berjibaku dengan api selama dua jam. Untuk memadamkan kobaran api, BPBD mengerahkan dua mobil pemadam dari pos Tigaraksa dan Cisoka.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran di Tapos. Hanya saja satu rumah ludes terbakar. Api tidak merembet ke bangunan lain,” katanya.

Kata Kosrudin, api diduga berasal percikan arus pendek listrik dan membesar lantaran banyaknya bahan yang mudah terbakar. Akibat kebakaran itu kerugian ditaksir Rp100 juta.

“Penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri. Hingga sekarang penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan instansi terkait. Kita berhasil menjinakan api dua jam kemudian,” jelasnya.

Rian (30), warga sekitar mengaku, sempat terdengar bunyi ledakan yang berasal dari dapur. “Kita kira itu tabung gas meledak yang jadi penyebab kebakaran. Karena sempat terdengar bunyi tabung gas meledak,” pungkasnya.(rbnn/nda)