Balong Rancalentah Tercemar Limbah

Aktivis pencinta alam membersihkan sampah yang menumpuk di Balong Rancalentah, Kecamatan Rangkasbitung, Minggu (14/4).

RANGKASBITUNG – Sebanyak 30 orang aktivis pencinta alam melakukan aksi bersih-bersih sampah yang ada di Balong Rancalentah, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Minggu (14/4). Tujuan kegiatan itu, agar kawasan wisata tersebut terbebas dari sampah, sehingga memotivasi wisatawan untuk datang berkunjung ke Kabupaten Lebak.

Aksi bersih-bersih Balong Rancalentah yang dilakukan, kemarin pagi itu, dipelopori persatuan pelestari dan pecinta alam La Tansa Mashiro (Palapa), komunitas pencinta alam Kabupaten Lebak (Kompak), dan mahasiswa pecinta pelestarian alam (Mahapeka).

Aktivis pecinta alam Feri Hermawan menyatakan, aksi bersih-bersih sampah ini dilatarbelakangi keprihatinan dengan kondisi Balong Rancalentah yang kurang terawat dan kotor. Atas dasar itu, para pencinta alam kemudian bersepakat untuk berpartisipasi aktif membersihkan sampah di sekitar Balong Rancalentah. “Kami prihatin dengan kondisi Balong Rancalentah yang tercemar limbah rumah tangga. Sampah di mana-mana, sehingga membuat tempat wisata di wilayah perkotaan tersebut menjadi kumuh,” kata Feri kepada Radar Banten, kemarin.

Menurutnya, ada dua persoalan yang menyebabkan penumpakan sampah di Balong Rancalentah. Yakni faktor kesadaran masyarakat yang masih rendah dan tidak adanya tempat sampah yang memadai di sekitar Balong Rancalentah. “Dua persoalan itu tentu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Seperti dengan menyediakan tempat sampah di sekitar Balong Rancalentah dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan,” katanya.

Feri menyebutkan, aktivis pecinta alam di Lebak akan terus melakukan gotong royong membersihkan sampah. Dia berharap, kegiatan yang akan dilakukannya mendapatkan dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Jangan sampai, teman-teman pecinta alam pinjam perahu ke BPBD saja tidak dikasih. Padahal, perahu karet itu digunakan untuk membersihkan sampah di sekitaran balong,” ungkapnya.

Rega Andriansyah, koordinator aksi bersih-bersih menyebutkan, Palapa memiliki komitmen mendukung program pembangunan di Lebak, caranya dengan mengampanyekan lingkungan bersih dan sehat. “Palapa tidak hanya sekali menggelar kegiatan bersih-bersih sampah. Tapi, kegiatan ini akan dilakukan rutin,” katanya. (tur/zis)