Bandar Narkoba Pantura Ditembak Mati

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan (tiga dari kanan) menginterogasi pelaku DY, bandar narkoba sekitar Pantura di RSUD Kabupaten Tangerang,

TANGERANG – Jajaran Satresnarkoba Polres Metro Tangerang menindak tegas bandar narkoba berinisial MG yang kerap mengedarkan sabu di wilayah Pantura, Kabupaten Tangerang. Selain MG yang tewas, petugas juga mengamankan DY yang juga mengedarkan narkoba di lokasi yang sama.

Informasi penangkapan dua bandar narkoba tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait Daerah Kedaungdalam, Kecamatan Mauk yang sering digunakan untuk transaksi narkoba. Menindaklanjuti laporan tersebut petugas melakukan penyelidikan selama dua hari dan berhasil menangkap DY di lokasi yang dicurigai.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan mengatakan, DY yang ditangkap langsung diinterogasi dan didapatkan keterangan barang bukti narkoba yang didapat dari tersangka MG. Petugas langsung melakukan pengejaran terhadap MG dan mengeledah di kediamannya. ”Kami menangkap dua pelaku. Satunya pelaku berinisial MG kami tindak tegas karena pada saat kami tangkap melawan petugas dengan menggunakan pecahan botol dan ditemukan senjata tajam,” katanya kepada awak media di RSUD Tangerang, Senin (25/6).

Harry mengungkapkan, MG dilumpuhkan polisi saat berada di kediamannya di Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Sedangkan pelaku lainnya, DY ditangkap di Kampung Tanahsebelah, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. ”Menurut masyarakat di wilayah penangkapan DY ini sering dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba,” ungkapnya.

Harry menjelaskan, jajarannya lebih dulu menangkap DY dengan barang bukti sabu seberat 2,4 gram, kemudian kasus ini pun dikembangkan dan berhasil meringkus pengedarnya, MG. ”Saat penggeledahan di rumah MG, petugas mendapati barang bukti 3 bungkus plastik sabu dengan berat 300 gram, 4 alat hisap bong, 1 buah timbangan elektrik, dan 1 badik,” jelas Harry.

Menurutnya, jaringan narkoba di wilayah Pantura ini dikendalikan oleh MG dan kerap mengedarkan sabu di Sepatan, Teluknaga, Pakuhaji, hingga Mauk Tangerang. ”Jaringan memang dikhususkan untuk wilayah Pantura dan jaringan ini juga sudah lama kami incar selama ini di wilayah itu,” tuturnya.

Kini, mayat MG masih berada di kamar jenazah RSUD Tangerang. Sedangkan DY mendekam di tahanan Polres Metro Tangerang dan dijerat Undang-Undang Narkotika 35/2009 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Saat diinterogasi oleh Harry, tersangka DY mengaku mendapatkan pasokan sabu dari MG. ”Saya jual sabu dari MG, jualnya di sekitar wilayah itu (Pantura,-red) saja,” ungkapnya. (Hairul Alwan/RBG)