Bangun Feedloter di Banten, Australia akan Investasi Senilai USD 50 Juta

Ilustrasi/JawaPos.com
Ilustrasi/JawaPos.com

SERANG – Setelah investasi di Pelabuhan Bojonegara, Kabupaten Serang, perusahaan asal Australia berencana akan membangun feedloter atau tempat penggemukan sapi sekaligus rumah potong hewan (RPH) dan pengolahan daging di Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang.

Informasi tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten Agus M Tauchid. Menurut Agus, kebutuhan lahan untuk feedloter terpadu tersebut mencapai 60 hektar, dengan nilai investasi mencapai 50 juta dolar Amerika Serikat (USD).

“Hasil kunjungan ke Australia belum lama ini, ada investor yang ingin membangun feedloter terpadu dengan RPH dan pengemasan daging boks. Jika ini terwujud, maka ini (perusahaan-red) yang pertama di Indonesia khususnya di Pulau Jawa,” ujar Agus, Selasa (21/6).

Agus mengaku, Pemprov Banten sudah bertemu dan melakukan koordinasi dengan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar untuk membicarakan rencana investasi tersebut. “Beliau kelihatan sekali mendukung. Mudah-mudahan ini bisa berlanjut dan terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten, Babar Suharso menambahkan, perusahaan yang akan berinvestasi di Kabupaten Tangerang ini adalah Austrex. Menurut Babar, perusahaan tersebut akan mengelola sapi hidup menjadi produk daging siap saji ekspor.

“Perusahaan tidak hanya menjual sapi, tapi juga akan memproduksinya. Di situ tempat penggemukan sekaligus pengolahan produk menjadi daging siap konsumsi‎, misalnya kornet,” ujar Babar.

Ditanya terkait nilai investasi, Babar mengaku belum ada perkiraan nilainya, namun, perusahaan tersebut rencananya akan membangun di atas tanah seluas 60 hektar dengan kapasitas 20 ribu ekor sapi.

“Dipilihnya Kabupaten Tangerang karena butuh penghijauan untuk pakannya. Kelihatannya penandatanganan perjanjian akan dilakukan November tahun ini, karenanya pemerintah daerah sedang mempersiapkan segala sesuatunya, ‎kemudahan perizinan dan koordinasi dengan BKPM RI,” ujarnya. (Bayu)