Bangunan Liar di Situs Sejarah Pamarayan Marak

0
695 views
Sejumlah warga sedang membangun kios di lahan Barata, Kecamatan Pamarayan, Jumat (13/1).

PAMARAYAN – Bangunan liar (bangli) di situs sejarah di wilayah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliman, Ciujung, dan Cidanau marak. Meskipun sudah ada peringatan untuk tidak mendirikan bangunan di sekitar situs tersebut, akan tetapi sudah banyak berdiri.

Pantauan Radar Banten, sejumlah warga tengah membuat kios di lahan situs sejarah di samping bendungan lama Pamarayan. Selain itu, kios lainnya juga nampak sudah berdiri sejak lama. Situs sejarah tersebut terlihat tidak mendapatkan perawatan dari pemerintah, tiangnya terlihat karat dan dengan atap yang hampir roboh.

Di depan situs tersebut, terlihat imbauan dari PT Barata Indonesia (persero) tentang larangan mendirikan bangunan apa pun. Bahkan, dalam larangan tersebut terpampang sanksi bagi yang melanggar.

Warga setempat yang sedang membangun kios, Heru Arifin mengatakan, pembangunan kios merupakan hasil swadaya dengan warga lain. “Daripada tidak terpakai mending kita manfaatin saja,” katanya saat ditemui di lokasi, Jumat (13/1).

Ia mengatakan, setelah selesai dibangun, kios tersebut nanti akan disewakan kepada para pedagang. “Hasil dari uang sewanya akan kita alokasikan untuk perbaikan atap situs Barata,” ujarnya.

Ia mengatakan, warga setempat merasa prihatin dengan kondisi situs sejarah di daerahnya yang tidak mendapatkan perawatan. “Lihat saja, atapnya pada bolong, sengnya sudah pada bergelantungan, kalau jatuh kena orang kan bahaya,” tuturnya.

Heru mengatakan, sebelumnya ia bersama warga lain sudah mengajukan permohonan perbaikan untuk situs sejarah tersebut. Sebab, kata dia, tempat tersebut sudah menjadi tempat umum yang banyak orang datangi dan dijadikan sebagai Terminal Barata Pamarayan.

Sementara itu, Camat Pamarayan Supriyanto tidak mengetahui banyak tentang pembangunan kios di lahan Barata tersebut. “Saya belum tahu karena masih baru tugas di sini. Perizinannya pun belum diketahui,” katanya saat ditemui di kantornya. (Rozak/Radar Banten)