Bangunan Sekolah Dasar di Kecamatan Pagelaran Ini Terancam Longsor

Sekolah Pandeglang
Anggota Komisi IV DPRD Pandeglang melakukan sidak ke SDN Surakarta 1, kemarin. (Foto: Herman)

PAGELARAN – Tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Surakarta 1 yang berada di Kampung Walang, Desa Surakarta, Kecamatan Pagelaran, terancam longsor. Kondisi bangunan sekolah tersebut benar-benar sangat mengkhawatirkan karena jarak tebing tanah dengan fondasi gedung sekolah tersebut tinggal 80 sentimeter lagi.

Apabila tak segera ditangani, tiga ruang kelas di sekolah yang dibangun pada tahun 2003 tersebut dapat dipastikan ambruk.

Kemarin (28/1/2016), Komisi IV DPRD Pandeglang meninjau tiga ruang kelas yang nyaris ambruk tersebut. Peninjauan gedung sekolah rusak itu dipimpin langsung Ketua Komisi IV Encep Mahfud, didamping Wakil Ketua Yangto dan sejumlah anggota, yakni Ramjani Soegiri, Dede Sumantri, Hani Supendi, E Supriadi, Erlin Suprihatini, dan Muad. Kedelapan anggota Dewan ini diterima Kepala SDN Surakarta 1 Jumhana didampingi belasan guru, seperti dilansir Harian Radar Banten.

Usai berbincang dengan para guru, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang Yangto mengatakan, peninjauan langsung gedung sekolah itu didasari atas rasa kepedulian. Tujuannya agar bangunan sekolah itu tidak runtuh. “Saya kira di sekitar bangunan sekolah itu perlu dibangun tembok penahan tanah (TPT). Sepulang dari sini, kami berjanji akan memperjuangkannya,” kata Yangto.

Menurutnya, ada dua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bisa ditarik untuk membantu pembuatan TPT di sekolah tersebut. SKPD itu adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Pandeglang.

Dede Sumantri menambahkan, selain menyampaikan usulan pembangunan, juga akan melakukan pengawalan. “Setelah ini akan kami usulkan agar di tahun ini (2016-red) bisa direalisasikan. Mudah-mudahan dialokasikan dalam anggaran tidak terduga atau pada perubahan anggaran,” katanya.

Kepala SDN Surakarta 1 Jumhana menceritakan, longsor halaman sekolah terjadi sekira satu bulan lalu. “Memang longsor tak sekali itu kejadiannya, tapi sedikit demi sedikit dalam satu bulan ini selama musim hujan. Longsor terparah terjadi pada saat hujan deras beberapa hari lalu. Dalam kurun waktu itu, sehari hampir satu meter tanah yang longsor,” katanya.

Jumhana mengatakan, siswa di sekolahnya hanya 82 orang. Rata-rata per kelas sebanyak 14 orang siswa. “Kami khawatir dengan kondisi ini. Ketika kami sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM-red) berlangsung longsor terjadi,” katanya seraya mengatakan, siswa di sekolahnya mayoritas berasal dari Kampung Walang, Desa Surakarta. (RB/mg-05/zis/dwi)