SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten diminta tidak hanya sibuk menyalurkan sembako sebagai bantuan korban banjir. Tugas BPBD Provinsi Banten selaiknya mengelola banjir musiman ini dengan kerja yang lebih luas lagi.

Jika ditinjau, titik banjir yang selama ini terjadi ketika hujan lebat datang masih di titik yang sama, seharusnya membuat BPBD memikirkan banjir pada tingkat hulu. “Karena persoalan bencana itu persoalan hulu. Relokasi harus dipikirkan karena banjir ada di situ-situ saja. Memang relokasi nggak mudah. Provinsi juga sudah mencoba membuat sodetan. Tapi yang perlu diperhatikan BPBD memikirkan persoalan banjir ini dari hulu persoalan. Bukan hanya kirim sembako,” ujar Anggota Komisi V Fitron Nur Ikhsan kepada wartawan, Selasa (10/2/2015).

Fitron menilai, bukan masanya lagi BPBD Banten hanya mengirim mie instant kepada korban banjir. “Provinsi sudah punya peta banjir, namun belum terlihat menggunakan itu sebagai dasar koordinasi lintas sektoral. Terlihat dari kayu di selatan terus ditebang,” terangnya.

Menurutnya, bencana banjir ini merupakan bencana hidroologi. “Curah hujan besar kalau serapannya ada ya nggak masalah. Tapi kalau nggak ada kan ini yang repot. Nah BPBD sudah harus melakukan koordinasi dalam penanggulangan banjir ini. Mitigasi bencana itu perlu. Biar urusan mie serahkan ke kabupaten/kota. Cakupan provinsi harus lebih luas mengurus risik bencana. Bagaimana bencana tidak terjadi, atau kalaupun harus terjadi tidak menimbulkan korban jiwa,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan rumah di Kabupaten Serang dan Tangerang sudah mulai banjir. Curah hujan yang cukup tinggi dua hari yang lalu membuat volume air naik dari kisaran 40 sentimeter hingga lebih dari satu meter. (Wahyudin)