Banjir Ciwandan Meluas

0
85
Jalan Raya Anyar-Cilegon terendam banjir, Kamis (30/1).

CILEGON – Sebanyak 18 lingkungan di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, terendam banjir, Kamis (30/1). Sebelumnya, pada Rabu (29/1), Kecamatan Ciwandan juga terendam banjir, tetapi saat itu hanya Jalan Raya Anyar-Cilegon, Kelurahan Tegalratu saja yang terendam.

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Banten dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, 18 titik banjir tersebar di tiga kelurahan. Yaitu, Kelurahan Kubangsari sebanyak sembilan titik, Kelurahan Kepuh enam titik, dan Kelurahan Tegalratu sebanyak tiga titik.

Selain jalan nasional dan akses industri, banjir juga merendam permukiman masyarakat. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga 1,5 meter.

Pantauan Radar Banten sekira pukul 08.00 WIB, banjir masih menggenangi jalan Cilegon-Anyar di Tegalratu. Akibatnya, sejumlah pengendara motor harus mematikan mesin dan mendorong kendaraannya. Sejumlah truk harus memelankan laju kendaraan agar gelombang air tidak terdorong ke area permukiman warga.

Abdul Jami, warga Kubangsari menuturkan, banjir mulai terjadi pukul 01.15 WIB dini hari. Banjir terjadi karena hujan deras mengguyur Ciwandan sejak Rabu (29/1) malam.

Banjir tahun ini, merupakan banjir terbesar dibandingkan sebelumnya.  Ketinggian air mencapai 1,5 meter. Akibat banjir itu, ribuan KK mengungsi ke rumah kerabat  yang tidak terkena dampak banjir.

Anggota DPRD Kota Cilegon Ibrohim Aswadi menuturkan, banjir di Ciwandan khususnya di Kelurahan Kubangsari merupakan banjir terparah selama tujuh tahun terakhir. Ia berharap, pemerintah menyikapi masalah tersebut dengan serius.

Ciwandan merupakan salah satu kecamatan yang menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Seharusnya, menurut anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon itu, pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Lingkungan Hidup (LH), Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan antisipasi cepat.

Pemerintah harus serius mengajak pihak terkait di antaranya industri PT Krakatau Steel (KS), PT KBS, PT Krakatau Posco, PT Indocement, dan sejumlah perusahaan lain di Ciwandan-Citangkil urun rembuk melakukan penataan daerah aliran kali dari hulu, yaitu arah Jalan Lingkar Selatan (JLS) sampai ke hilir yaitu laut lepas.

Sementera, Camat Ciwandan Agus Ariadi menuturkan, selain derasnya hujan, penyebab lain banjir adalah sempitnya drainase di Jalan Raya Anyar-Cilegon sehingga air hujan tidak bisa langsung mengalir ke laut.

Menurutnya, dalam menyikapi persoalan banjir tidak hanya bisa dilakukan oleh Pemkot Cilegon, tapi juga butuh keterlibatan Pemprov Banten dan perusahaan.

“Perlu dibangun long water system di jalan nasional itu agar bisa langsung mengalir ke laut,” tuturnya, seraya menambahkan, tandon pun perlu dibangun. (bam/alt/ira)