Banjir di Pandeglang Meluas, Enam Kecamatan Terendam

0
696 views
Sejumlah rumah di Desa Surianeun, Kecamatan Patia terendam saat banjir pada Desember tahun lalu.

PANDEGLANG – Bencana banjir di Kabupaten Pandeglang, sejak Senin (5/12), terus meluas. Sebelumnya, hanya merendam tiga kecamatan, yakni Kecamatan Patia, Pagelaran, dan Kecamatan Sukaresmi. Selasa (6/12) dini hari, meluas ke Kecamatan Panimbang, Sobang, dan Kecamatan Angsana. Akibat bencana itu, ratusan rumah terendam dan menimbulkan kerugian materil mencapai puluhan juta rupiah.

Ditemui di Kecamatan Labuan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Dadi Supriyadi menerangkan, kondisi banjir terparah terjadi di dua kecamatan, yakni Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, dan Desa Surianeun, Idaman, dan Desa Rahayu, Kecamatan Patia, dengan ketinggian air 150 sentimeter sampai 200 sentimeter. “Informasinya, untuk warga Desa Idaman dan Kampung Cililitan, Desa Rahayu, sejumlah warga sudah ada yang mengungsi,” kata Dadi, kemarin.

Dadi menerangkan, jumlah warga yang mengungsi belum banyak. Hanya beberapa rumah. Terkait itu, ia mengaku sudah menyiapkan logistik dan bantuan makanan siap saji serta perlengkapan tenda penggungsian. “Rencanaya, kami akan mendirikan tenda pengungsian di Desa Idaman. Sedangkan untuk posko bencana banjir sementara akan ditempatkan di Koramil Pagelaran,” katanya.

Dadi mengatakan, instansinya kini tengah siaga banjir. Sejumlah anggota turun ke lokasi meninjau kondisi banjir di sejumlah kecamatan yang diinformasikan terendam. “Kecamatan Angsana, Panimbang, dan Kecamatan Sobang yang dinformasikan banjir, kini sudah mulai surut. Namun, tiga daerah itu akan kembali terendam jika hujan deras terus terjadi dua hari berturut-turut. Sebab, sudah biasa jika hujan besar akan ada air kiriman dari hulu Sungai Cilemer dan Ciliman,” katanya.

Anggota Polsek Patia mengevakuasi anak-anak yang merupakan korban banjir, kemarin.
Anggota Polsek Patia mengevakuasi anak-anak yang merupakan korban banjir, kemarin.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Idaman, Kecamatan Patia, Ilman menerangkan, jumlah rumah yang terendam mencapai 215 rumah dan 385 rumah yang tergenang. Ditambah sekitar 300 hektare tanaman padi terendam. “Memang, bantuan makanan siap saji sangat didambakan korban banjir. Namun, sampai sekarang (kemarin sore) belum juga ada,” katanya.

Sementara itu, Kades Surianeun, Kecamatan Patia, Buang memastikan sekira 200 rumah warga di Kampung Surianeun terendam dan ratusan rumah tergenang. “Banjir membesar sejak Selasa (6/12) dini hari, hingga kampung Surianeun sudah rata kebanjiran,” katanya.

Pantauan Radar Banten, Selasa (6/12) siang, puluhan warga di Kampung Cililitan, Desa Rahayu, Kecamatan Patia, sudah mengungsi ke lokasi pengungsian. Mereka mendirikan tenda seadanya, di atas tanggul Sungai Cilemer karena arealnya tinggi.

Sementara itu, terlihat sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang tidak bisa melintas. Puluhan kendaraan itu berjejer di ruas Jalan Pagelaran-Perdana, tepatnya di Blok Rakocek. Tak jauh dari lokasi, itu sejumlah anggota BPBD dan Polsek Patia melakukan evakuasi penyeberangan menggunakan perahu karet. (Herman/Radar Banten)