Banjir di Villa Balaraja, Sempat Selutut

0
1294
Air sempat merendam lingkungan Villa Balaraja pada Senin (1/2) malam hingga Selasa (2/2) dini hari akibat hujan. Untungnya, air cepat surut. Tak lagi membanjiri permukiman ini, kemarin siang.

BALARAJA – Hujan lokal yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya Kecamatan Balaraja, sempat menyebabkan banjir. Luapan air itu terjadi setelah hujan turun sejak Senin (1/2) sore hingga malam hari.

Di Villa Balaraja, ketinggian air sampai setinggi lutut orang dewasa, atau sekira 40 sentimeter. Di samping hujan yang berlangsung cukup lama, banjir juga disebabkan karena saluran pembuangan air menyempit dan pendangkalan sungai.

Camat Balaraja Yayat Rohiman mengaku sudah mendata saluran pembuangan air maupun sungai yang mengalami penyempitan dan pendangkalan. Ia pun mengajak warga bersama pengurus RT dan pemerintah desa untuk rajin membersihkan saluran pembuangan air dan tidak membuang sampah di sungai.

Kendati air sempat merendam wilayah Villa Balaraja, Yayat tidak mau menyebutnya sebagai banjir. Alasannya, karena hanya berlangsung beberapa jam.

“Tidak disebut banjir, sebab hanya berlangsung beberapa jam. Sebelumnya juga ada tanggul jebol karena sungai mengalami pendangkalan dan debit air banyak, namun tidak sampai berhari-hari. Beberapa jam saja sudah surut,” tukasnya, Selasa (2/2).

Kendati demikian, Yayat mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mencari solusi agar banjir tidak terjadi lagi. Dan, penyebabnya bisa ditangani.

Yayat juga mengaku sudah meminta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang untuk menormalisasi sungai.

“Kita sudah data semua saluran air dan sungai. Saya juga meminta secara lisan kepada dinas (DBMSDA Kabupaten Tangerang-red) dan tahun ini mudah-mudahan anggara normalisasi sungai di Balaraja. Tetapi, kami juga meminta tolong kepada warga agar jangan membuang sampah di sungai. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan,” ajaknya.

Sementara, warga Villa Balaraja bernama Deden (39) mengaku, banjir berlangsung sejak Senin (1/2) malam hingga Selasa (2/2) dini hari. Penyebabnya, saluran pembuangan air tidak mampu menampung air hujan.

“Iya, semalam banjir di Blok D, dekat rumah. Kalau sekarang sudah surut. Kurang lebih tingginya selutut orang dewasa. Memang klasik masalahnya, saluran air, apalagi gorong-gorong ketutup semua,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Kosrudin belum memerima laporan banjir di Balaraja. “Belum ada laporan masuk soal banjir dari desa dan kecamatan,” tegasnya. (rbnn/don)