Banjir Kibin Hasilkan Sampah 12 Ton

0
1.786 views
Salah seorang warga membersihkan sampah yang menumpuk akibat banjir di Kecamatan Kibin.

KIBIN– Banjir yang terjadi di Kecamatan Kibin dalam beberapa hari terakhir menghasilkan 12 ton sampah. Tumpukan sampah berasal dari sampah rumah tangga hingga sampah yang terbawa hanyut oleh sungai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang Sri Budi Prihasto mengaku, pihaknya intens melakukan penanganan sampah di setiap kecamatan yang menjadi kewenangannya. Terutama di lokasi yang sempat terendam banjir di Kecamatan Kibin. “Kita terjunkan empat truk untuk mengangkut sampah di sana (Kecamatan Kibin-red), volume sampahnya mencapai 12 ton,” ungkap Budi kepada wartawan di ruang kerjanya, Jalan Samaun Bakrie, Kota Serang, Senin (4/1).

Dijelaskan Budi, belasan ton sampah dampak banjir tersebut bukan hanya sampah dari masyarakat setempat, melainkan juga sampah yang terbawa aliran sungai akibat hujan besar. “Jenis sampahnya macam-macam, mulai dari ranting pohon, plastik, sampai kasur juga ada,” ujarnya.          

Menurutnya, sampah-sampah tersebut menghambat aliran sungai, sehingga menyebabkan banjir. “Kita ini kan aliran sungainya kebagian hilir, seperti Sungai Ciujung. Nah, sampah itu bukan hanya dari Kabupaten Serang, tapi dari kabupaten lainnya juga yang ada di hulu sungai,” jelas mantan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang itu.

Terkait penanganan sampah, diungkapkan Budi, sudah tujuh kecamatan yang melakukan penanganan secara mandiri. Yakni di Kecamatan Cinangka, Anyar, Kramatwatu, Ciruas, Kragilan, Kibin, dan Kecamatan Cikande. “Tapi, setelah banjir di Kecamatan Kibin itu, kita perbantukan juga ke sana (UPT Persampahan di tujuh kecamatan-red). Hasilnya, kita angkut sampah sampai 12 ton,” katanya.

Terkait itu, Camat Kibin Imron Ruhyadi mengaku, pihaknya juga sudah melakukan penanganan sampah di wilayahnya pasca banjir. Ia mengaku, menerjunkan lima armada untuk menangani sampah. “Sampahnya lumayan banyak, karena bukan hanya sampah rumah tangga saja,” katanya.

Ke depan, kata Imron, di lokasi yang terkena banjir di wilayahnya akan dilakukan kerjasama pengangkutan sampah dengan DLH. Selama ini, lanjut Imron, penanganan sampah masih dilakukan pihak swasta. “Saya sudah siapkan MoU (memorandum of understanding)-nya (untuk penanganan sampah-red), supaya penanganan sampahnya bisa berkelanjutan,” pungkasnya. (jek/zai)