Banjir Meluas

0
1193
BANJIR: Personel BPBD memantau lokasi banjir di Kampung Sukamaju, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, Rabu (27/1) (FOTO: BPBD FOR RADAR BANTEN)

SERANG – Banjir di wilayah Kabupaten Serang meluas. Jika sebelumnya, banjir merendam puluhan rumah di wilayah Kecamatan Pontang dan merobohkan satu rumah di Kecamatan Tirtayasa, kini meluas hingga ke wilayah Kecamatan Padarincang dan Kecamatan Tanara, Rabu (27/1).

Puluhan rumah yang terendam di Kecamatan Tanara, tepatnya di Kampung Kemuludan, Desa Tanara akibat Sungai Cidurian Lama meluap setelah wilayah terus diguyur hujan deras. Sedangkan banjir di Kecamatan Padarincang merendam hingga ratusan rumah, tepatnya di Kampung Sukamaju, Desa Citasuk dengan ketinggian air hingga 70 sentimeter akibat luapan Sungai Cikalumpang menuju Rawa Danau karena intensitas hujan yang tinggi semalaman.

Informasi yang diterima Radar Banten, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Tanara pada Selasa (26/1) sekira pukul 20.00 WIB. Keesokan harinya, warga melihat ketinggian permukaan air aliran Sungai Cidurian Lama di atas batas normal hingga meluap dan menggenai area persawahan. “Pas sudah agak siangan, baru tuh airnya meluap sampai ke rumah-rumah,” ujar Sarpin Muhtar, warga setempat kepada Radar Banten.

Disebutkan Sarpin, ada sekira sepuluh rumah yang terendam banjir dengan ketinggian 30 sentimeter. Air juga menggenangi akses jalan perkampungan, sehingga mengganggu aktivitas warga. “Biasanya enggak sampai meluap ke rumah-rumah kayak gini air dari Sungai Cidurian, paling ke sawah doang,” katanya.

Sementara itu di Kampung Sukamaju, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, sekira 142 rumah yang terendam banjir akibat luapan air Sungai Cikalumpang. Kondisi diperparah dengan jebolnya tanggul sungai di lingkungan RT 24, Kampung Sukamaju. “Total wilayah yang terendam ada tiga RT, yaitu RT 24, RT 25, dan RT 26,” ungkap Kepala Desa Citasuk Iming Muhaimin.

Kata Iming, kondisi terparah terjadi pada Selasa (27/1) malam, ketinggian air mencapai 70 sentimeter. Atas kondisi itu, warga panik dan menyelamatkan barang berharga dan memindahkannya ke tempat lebih tinggi. Bahkan, ada satu keluarga yang harus mengungsi ke Gudang Beras yang berlokasi di dataran tinggi. “Selebihnya warga memilih bertahan di rumah masing-masing,” ungkapnya.

Diakui Iming, warganya sudah terbiasa dengan situasi banjir yang terjadi setiap tahunnya. Hal itu disebabkan tanah di Kampung Sukamaju lebih rendah dibandingkan Sungai Cikalumpang. Terkait tanggul yang jebol, Iming mengaku, sudah memperbaikinya dibantu warga dengan alat manual, yakni menambalnya dengan karung berisi pasir. “Dari desa belum bisa menganggarkan untuk perbaikan tanggul, karena kan anggarannya sudah dipos-poskan untuk perencanaan lain,” jelasnya.

Menghadapi situasi banjri kemarin, Kepala Pelaksana Harian (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengaku, pihaknya sudah menerjunkan tim ke lokasi banjir untuk memastikan situasi aman terkendali. “Tim kami selalu stand by menghadapi situasi apapun,” tegasnya.

Nana mengimbau, anggota dan relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) yang tersebar di seluruh kecamatan agar sigap dan waspada, serta terus berkoordinasi dan membantu warga yang terkena bencana. “Para anggota Destana sudah kami bina dan latih untuk sigap saat ada bencana,” tandasnya. (mg06/zai)