Banjir Mulai Terjang Cilegon, Pasar Blok F Terendam

Asda II Kota Cilegon Beatrie Noviana (tengah) didampingi Kepala Dinas Disperindag Kota Cilegon Tb Dikrie Maulawardhana meninjau Pasar Blok F pasca terendam banjir, Jumat (9/11).

CILEGON – Banjir mulai menerjang Kota Cilegon, Jumat (9/11). Salah satunya Pasar Blok F atau Pasar Kelapa di Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon.

Salah satu pedagang di pasar tersebut, Jubaedah menjelaskan, banjir terjadi sekira pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Banjir menerjang pasar setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut dalam waktu yang cukup lama.

Pedagang sayur mayur itu menjelaskan, tumpahan air hujan merangsek ke dalam area pasar karena tidak tertampung oleh drainase atau saluran air di pasar tersebut. Kondisi itu diperparah dengan kondisi jalan yang lebih tinggi dari area pasar.

“Hujannya gede banget. Waktu yang dulu mah enggak kayak begini, di sananya itu (menunjuk jalan-red) lagi dibongkar, airnya ke sini,” tutur Jubaedah.

Meski terjadi dalam kurun waktu satu jam, banjir itu memberikan dampak bagi para pedagang. Yakni, menurunnya omzet akibat berkurangnya pembeli. “Iyalah pembelinya enggak ada, barang cepat hancur. Biasa omzetnya banyak, jadi sedikit,” keluh Jubaedah

Ia berharap, drainase di sekitar pasar bisa segera diperbaiki sehingga kejadian seperti itu tidak terulang kembali dan para pedagang tidak kembali mengalami kerugian akibat banjir.

Sementara itu, di sela-sela meninjau pasar, Asda II Kota Cilegon Beatrie Noviana menjelaskan, berdasarkan keterangan para pedagang, banjir itu luapan dari drainase bekas proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). “Sebelumnya pernah, cuma mengalir lebih cepat,” papar Beatrie.

Penanganan banjir, menurut Beatrie, tidak bisa diselesaikan oleh satu organisasi perangkat daerah (OPD) saja, melainkan harus dilakukan secara bersama-sama. “Tapi jika OPD mengerjakan sesuai dengan perencanaan tidak akan terjadi seperti ini. Kita tidak akan mencari siapa yang salah siapa yang benar, kita cari solusinya bagaimana penanganan banjir,” paparnya.

Pemkot Cilegon sudah mengevaluasi rencana antisipasi musim hujan bersama Dinas PUTR Kota Cilegon. Tindak lanjutnya, saat ini OPD sedang melakukan normalisasi drainase dan mengoptimalkan pembangunan tandon.

Ada dua tandon yang rencananya dibangun tahun ini, yaitu Cibuntu dan Sekong. Namun, lelang proyek itu sempat mengalami gagal lelang. Agar proyek itu tetap bisa dilaksanakan tahun ini, Pemkot memutuskan untuk dilakukan lelang cepat, dan lelang itu selesai pada 20 November.

“Waktu penyelesaian sebulan. Mudah-mudahan itu bisa meminimalisasi dampak curah hujan tinggi,” tuturnya. (Bayu M/RBG)