Banjir Rendam Tujuh Kecamatan, Jembatan di Cikeusal Ambrol

Jembatan akses jalan Kampung Cihui dan Kampung Pasar Menyan, menuju Wisata Taman Ratu, Desa Sukaratu, Kecamatan Cikeusal ambrol dan putus, Rabu (19/5).

SERANG – Hujan deras yang melanda sejak Senin (18/5) mengakibatkan tujuh wilayah kecamatan di Kabupaten Serang terendam banjir, Selasa (19/5). Bahkan, hujan juga mengakibatkan jembatan penghubung dua kampung di Desa Sukaratu, Kecamatan Cikeusal ambrol.

Ketujuh wilayah yang terendam banjir itu, antara lain Kecamatan Baros, Petir, Cikeusal, Kopo, Pabuaran, Ciomas, dan Kecamatan Tirtayasa. Sementara jembatan yang putus merupakan akses penghubung antara Kampung Cihui dan Kampung Pasar Menyan menuju Wisata Taman Ratu.

Kepala Desa Sukaratu, Irman Supriatman mengatakan, banjir di wilayahnya diakibatkan lebatnya hujan yang terjadi sejak Senin (18/5) sehingga membuat aliran Sungai Cicongkok di wilayahnya meluap. Akibat derasnya aliran sungai membuat jembatan penghubung dua kampung yang dilintasi sungai ambrol sekira pukul 16.00 WIB. Kondisi itu membuat dua wilayah tersebut terisolasi. “Sekarang warga dan pengandara enggak bisa lewat karena jembatan putus,” keluh Irman kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler.

Saat ini, kata Irman, jalan menuju jembatan yang ambrol diblokir aparatur Desa Sukaratu bersama warga agar tidak ada yang lewat. “Saya sudah koordinasikan dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Serang soal jembatan itu,” ujarnya.

Di Cikeusal bukan hanya jembatan ambrol, akibat hujan deras juga mengakibatkan dua rumah dan yayasan Bani Syifa di Kampung Tegal, Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal terendam banjir.

Sebelumnya, banjir juga melumpuhkan akses Jalan Serang-Pandeglang di Kecamatan Baros, serta di Kecamatan Petir pada Senin (18/5). Ketinggian air yang menggenangi jalan dan permukiman di dua wilayah itu mencapai 50 sentimeter. Pada waktu yang sama, banjir juga melanda wilayah Kecamatan Kopo, tepatnya di Kampung Ciomas, Desa Mekar Baru. Di Baros akibat luapan air dari saluran irigasi yang mengalir ke Sungai Ciberang hingga menggenangi badan jalan yang membuat akses jalan terputus. Sementara di Petir akibat saluran drainase di wilayah tersebut tak sanggup menampung volume air akibat hujan deras. Banjir sampai menggenangi sejumlah rumah hingga klinik kesehatan.

Kondisi tak jauh berbeda juga terjadi di Kecamatan Pabuaran. Banjir melanda permukiman di Kampung Citeureup, Desa Kadubeureum. Sebanyak tiga rumah yang terendam. Begitu pula di Kampung Tengkurak, Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa dan Kampung Sawah, Desa Cisitu, Kecamatan Ciomas. “Rata-rata ketinggian air mencapai 50 senti meter,” ungkap Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma.

Pihaknya sudah menerjunkan sejumlah personil ke lokasi banjir. “Ada tujuh kecamatan yang terdampak banjir. Sejauh ini belum ada korban jiwa. Semoga dampaknya tidak menyebar,” harapnya. (mg06/zai)