Kondisi rumah yang terkena rob.

SERANG – Bencana banjir kembali menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Banten. Informasi yang dihimpun, beberapa daerah yang terkena terjangan banjir tersebut di antaranya  Cigading dan Ciwandan di Kota Cilegon, Anyer, Cinangka, Sirih, dan Pasauran di Kabupaten Serang, serta Carita dan Labuan di Kabupaten Pandeglang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencama Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana, membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, untuk wilayah Kabupaten Serang, yang terkena banjir Kecamatan Anyer. “Ada tiga desa yang terkena terjangan air. Dua rumah hancur, sampai sekarang untuk kerugian dan korban masih kita lakukan pendataan,” ujar Nana saat dihubungi, Senin (25/7).

Ia melanjutkan, sampai saar ini pihaknya sedang terus melakukan  evakuasi dan pertolongan pertama kepada masyarakat sekitar yang terkena dampak bencana alam tersebut. “Tim gabungan dari BPBD, Badan SAR Dinas Sosial udah turun, bantuan juga sudah dikirim,” ujarnya.

Jalan Anyer tergenang.
Jalan Anyer tergenang.

Di Anyer, banjir terjadi karena hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam pada Minggu (24/7) kemarin. Volume air sungai yang meningkat tajam di tambah rob, sehingga air sungai tidak tertampung ke laut. “Akibatnya, air meluap ke permukiman masyarakat,” paparnya.

Untuk diketahui, selain menyebabkan banjir, hujan deras kemarin pun membuat sejumlah titik di ruas jalan Palima-Cinangka (Palka), Kabupaten Serang, tertimbun longsoran tanah. Longsor tersebut setidaknya terjadi di dua titik, yaitu di Kampung Cikutu, Desa Rancasanggal dan di Kampung Cikurai Desa, Rancasanggal, Kecamatan Cinangka.

Menurut keterangan salah satu warga, Hikmatullah, puing-puing yang terdiri dari tanah, bongkahan kayu dan batu menutupi jalan yang biasa digunakan masyarakat baik yang menuju Kota Serang maupun sebaliknya.

Longsoran yang menutupi jalan paling parah menurut Hikmat terjadi di Cikutu, Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, seluruh badan jalan tertutup oleh tanah liat dan bongkahan kayu. “Tapi beruntung mobil masih bisa lewat, karena ada beberapa waega juga yang sudah melakukan tindakan awal dengan cara swadaya,” papar Hikmat. (Bayu)