Bank Banten Bantu Korban Tanah Longsor Citorek Lebak

0
852 views
Pimpinan Bank Banten Rangkasbitung Wijang FG menyerahkan bantuan kepada Kades Citorek Kidul Narta didampingi Kabid Linjamsos dan Data Informasi Sosial Lebak Edi Moerdjito

LEBAK – Bank Banten menyalurkan bantuan kepada masyarakat wilayah Citorek Kidul yang menjadi korban tanah longsor. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Pimpinan Cabang Bank Banten Cabang Rangkasbitung Wijang Ferry Gunawan kepada Dinas Sosial Kabupaten Lebak yang diwakili oleh Edi Moedjiarto yang merupakan Kepala Bidang Lindungan Jaminan Sosial dan Data Informasi Sosial di Kantor Cabang Bank Banten, Rangkasbitung pada pekan lalu.

Sekretaris Perusahaan Bank Banten Chandra Dwipayana mengatakan, Dengan bantuan ini, untuk memastikan kehadiran Bank Banten di tengah-tengah masyarakat dan dapat bermanfaat. Bank Banten memberikan bantuan berupa uang tunai yang nantinya akan digunakan sesuai kebutuhan para korban.

“Tentunya kami berharap semoga bantuan ini dapat tepat sasaran dan meringankan beban korban tanah longsor,” tuturnya.

Ia menambahkan, Bank Banten sebagai Bank milik masyarakat Banten selalu berusaha menjadi garda terdepan untuk bergerak dalam aksi sosial pada saat terjadi musibah atau bencana di Banten.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial (TJSL) Bank Banten tersebut dapat meningkatkan nilai manfaat keberadaan Bank Banten. Hadirnya Bank Banten di tengah masyarakat Banten, menunjukkan komitmen manajemen untuk menjadi Bank pilihan masyarakat Banten.

“Tentu hal ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk bersama-sama membangun sehingga menjadikan Banten yang lebih baik,” katanya.

Ia mengungkapkan, intensitas hujan tinggi yang terjadi di wilayah Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak pada awak Desember 2019 menyebabkan tanah longsor. Hal ini berdampak pada sejumlah pemukiman warga yang luluh lantak. Bencana yang melanda wilayah Kabupaten Lebak khususnya di Desa Cibeber tersebut mengakibatkan kerusakan berat pada 22 unit rumah di Desa Citorek Kidul. Akses jalan poros desa sepanjang 2,9 km pun tidak bisa dilalui karena tertutup longsor dan rusak di empat titik.

“Mudah-mudahan bantuan yang diberikan bisa meringankan beban para korban bencana,” katanya. (skn/aas)