Bank Banten Bisa Sehat Butuh Rp3 Triliun

0
612 views

SERANG – Jajaran komisaris dan direksi Bank Banten mengapresiasi langkah pemprov menyelamatkan dan menyehatkan Bank Banten, yang telah mengajukan usulan tambahan penyertaan modal sebesar Rp1,5 triliun dalam perubahan APBD Banten tahun 2020 ke DPRD Banten.

Namun begitu, manajemen Bank Banten tidak hanya bergantung pada Pemprov Banten dalam menguatkan permodalan Bank Banten. Pihak Bank Banten tetap akan menggandeng calon investor lain untuk menanamkan sahamnya di Bank Banten, melalui right issue (penawaran umum terbatas) paling cepat September 2020 mendatang.

Hal itu terungkap dalam kegiatan media gathering komisaris dan direksi Bank Banten di salah satu caffe di Kota Serang, Selasa (14/7). Hadir dalam acara tersebut, Plt Komisaris Utama Bank Banten Media Warman, Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa, dan jajaran direksi Bank Banten lainnya.

Komisaris Independen Bank Banten Titi Khoiriah mengungkapkan, rencana right issue awalnya dijadwal Agustus 2020, namun karena pemprov mengajukan tambahan modal dari Perubahan APBD 2020, rencana right issue diundur hingga September-November mendatang.

“Kita tunggu proses penganggaran di DPRD Banten, baru melakukan right issue,” katanya.

Ia melanjutkan, right issue rencananya akan menambah modal Bank Banten hingga Rp3 triliun. Bila pemprov menambah modal Rp1,5 triliun, maka right issue ditargetkan untuk mencari Rp1,5 triliun lagi.

“Saat ini kami tengah berupaya menggandeng sejumlah korporasi untuk menanamkan sahamnya melalui right issue. Sudah ada beberapa yang berminat, tapi belum bisa kami umumkan. Nanti korporasi itu akan menjalani fit and propert test dulu di OJK,” pungkas Titi. (Deni Saprowi)