Bank Banten Cluster Baru Covid-19

Seorang warga saat melakukan pemeriksaan rapid test gratis di Kota Serang, beberapa waktu lalu.

Lima Karyawan Dinyatakan Positif

SERANG – Disaat Gubernur Banten Wahidin Halim memutuskan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) wilayah Tangerang Raya mulai 10-23 Agustus 2020, penyebaran kasus baru covid-19 justru terjadi di Kota Serang.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, ada lima karyawan Bank Banten yang terkonfirmasi positif covid-19. Dua karyawan diantaranya berdomisili di Kota Serang, sementara tiga lainnya berdomisili di Jakarta dan Jawa Barat.

Sekretaris Bank Banten Chandra Dwipayana membenarkan bila lima karyawan Kantor Pusat Bank Banten terpapar covid-19.

“Iya benar, lima karyawan kami di Kantor Pusat Bank Banten (Kemang, Kota Serang) positif covid-19,” kata Chandra kepada Radar Banten, Minggu (9/8).

Ia melanjutkan, kelimanya diketahui terpapar covid setelah menjalani pemeriksaan swab, dan hasilnya telah keluar awal Agustus.

“Sejak akhir Juli, kami sudah melakukan upaya-upaya preventif sesuai protokol kesehatan. Namun demikian layanan tetap normal walaupun kita memberlakukan split operation dan WFH,” ungkapnya.

Chandra memaparkan, sejak Juli lalu Kantor Pusat Non Operasional (KPNO) Bank Banten sudah disterilisasi. Bahkan  karyawan yang masuk ketja secara fisik hanya 50 persen.

“Split operation dan memberlakukan kehadiran 50 persen secara fisik di KPNO. Namun demikian kami tetap berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang bilamana diperlukan penanganan lainnya sesuai dengan arahan yang diberikan,” bebernya.

Kendati Kantor Pusat Non Operasional Bank Banten telah menjadi cluster baru penyebaran covid-19, namun Chandra memastikan layanan dan operasional di KPNO tetap berjalan.

“Hanya metodenya saja yang diatur sesuai protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa menyebutkan, lima karyawan Bank Banten yang terpapar covid-19 sudah mendapatkan perawatan medis sesuai protokol kesehatan.

“Ada lima orang, dua di Kota Serang sisanya itu di luar daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sesuai dengan protokol yang dimiliki, Bank Banten juga melakukan sterilisasi kantor dan split operation. Melakukan pengecekan kesehatan melalui rapid dan atau tes swab melalui polymerase chain reaction (PCR) kepada seluruh karyawan. Kemudian pihaknya juga melakukan langkah-langkah preventif lainnya.

“Namun demikian, dapat kami pastikan bahwa operasional perbankan tetap berjalan sesuai dengan protokol kesehatan. Seraya melakukan koordinasi secara proaktif dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat untuk penanganan lokasi yang terdampak,” katanya.

Disinggung apakah Bank Banten akan melakukan penutupan KPNO untuk sementara waktu, Fahmi tak menjawabnya secara tegas. Dia memastikan, pihaknya sudah melakukan hal-hal yang sesuai protokol kesehatan dan akan mengikuti segala ketentuannya.

“Kami sudah melakukan prosedur sesuai protokol kesehatan dan tentunya kami akan melakukan hal yang sesuai dengan ketentuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Serang Hari Pamungkas mengatakan, berdasarkan hasil swab 4 dan 7 Agustus, dua karyawan Bank Banten yang berdomisili di Kota Serang positif covid-19. “Keduanya dinyatakan positif Covid-19,” katanya.

Pasca karyawan Bank Banten terkonfirmasi positif covid, seluruh karyawan Bank Banten melakukan tes swab di RSU dr Drajat Prawiranegara Serang.

“Pemkot Serang sudah melakukan upaya tracking terhadap keluarga, kerabat dan orang yang pernah kontak dengan kedua karyawan Bank Banten,” tuturnya.

PSBB Diperpanjang.

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) telah menandatangani SK tentang perpanjangan PSBB Tangerang Raya pada Minggu (9/8). Selain itu, WH juga bersiap mengeluarkan Pergub menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disesase 2019.

“Ada kecenderungan kenaikan (kasus) di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Walaupun tidak berpengaruh terhadap kenaikan di tingkat nasional, kita kaji dan apa yang mempengaruhinya,” ungkap Wahidin usai melakukan telekonferensi Rapat Evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Perpanjangan Ketujuh (VII) atau PSBB Tahap VIII wilayah Tangerang Raya Minggu (9/8).

Kendati begitu, rencana penegakkan hukum protokol kesehatan itu perlu didiskusikan dan dikaji lebih lanjut. Termasuk kesiapan aparat penegak hukum. Disesuaikan dengan kondisi masing-masing kabupaten/ kota.

“Waspadai dan pertahankan. Jangan sampai posisi Zona Kuning kembali lagi ke Zona Merah karena akan  sangat berat untuk penanganannya,” tegas WH.

Selain memikirkan tentang pandemi Covid-19,  Gubernur Banten juga mengajak seluruh pihak untuk memikirkan dampaknya.

“Provinsi Banten sudah mempersiapkan anggaran yang terkait dengan tanggungjawab provinsi dan berupaya dalam menormalkan APBD Provinsi Banten. Merupakan upaya Provinsi Banten dalam menuntaskan permasalahan ekonomi,” paparnya. 

Selain itu, WH juga mengajak seluruh pihak untuk mengantisipasi dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan tumbuh negatif atau mengalami resesi.

“Pemprov Banten telah menyiapkan desain pemulihan ekonomi melalui kegiatan padat karya. Tingkatkan dan dorong  giat pertanian. Pastikan stok cadangan pangan di kabupaten/kota aman,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Banten Ati Pramudji H melaporkan, dalam dua pekan PSBB Perpanjangan Ketujuh atau PSBB Tahap VIII wilayah Tangerang Raya, terjadi peningkatan kasus pada delapan (8) kota/kabupaten di Provinsi Banten. Khususnya di wilayah Tangerang Raya.

“Ini terjadi karena masifnya tracing, dan skrining yang dilakukan, mobilitas masyarakat yang menimbulkan klaster import bertambah, serta dibukanya beberapa perkantoran dan pusat perbelanjaan yang menjadikan  klaster baru penyebaran covid-19,” pungkasnya. (den/air)