Bank bjb Bagi Dividen Rp925,04 Miliar

0
886 views

SERANG – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank bjb) membagikan dividen senilai Rp925,04 miliar atau sebesar Rp94,02 per lembar saham dengan rasio 60 persen dari laba bersih yang berhasil dibukukan pada tahun 2019 Rp1,56 triliun.

Pembagian dividen berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 di Menara Bank bjb, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/4). Berbeda dengan RUPST pada tahun-tahun sebelumnya, kali ini Bank bjb memodifikasi format penyelenggaraan rapat sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

RUPST dihadiri oleh para pemegang saham ini memberikan persetujuan Laporan Tahunan Direksi mengenai keadaan dan jalannya perseroan termasuk Laporan Keuangan dan Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2019. Dengan permufakatan tersebut, hasil RUPST mengamanatkan pelepasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas pengurusan dan pengawasan Bank bjb yang dijalankan selama tahun buku 2019.

Seluruh shareholder Seri A yang terdiri dari 34 kepala daerah provinsi, kabupaten/kota se-Jawa Barat dan Banten serta pemegang saham publik mengikuti dengan khidmat RUPST kali ini. Persetujuan atas laporan tahunan perseroan juga disertai dengan kesepakatan penetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk pembagian dividen tahun buku 2019.

“Dalam kesempatan tersebut, disepakati perseroan membagikan dividen senilai Rp925,04 miliar atau sebesar Rp94,02 per-lembar saham dengan rasio 60 persen dari laba bersih yang berhasil dibukukan oleh Bank bjb di tahun 2019 Rp1,56 triliun,” kata Direktur Utama Bank bjb Yuddy Renaldi dalam keterangan resminya, Kamis (16/4).

Tak hanya dividen dan laporan tahunan, RUPST juga menyepakati penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan perseroan tahun buku 2020, laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum, persetujuan atas pengkinian rencana aksi (recovery plan), persetujuan atas perubahan peraturan dana pensiun, penetapan remunerasi pengurus.

“Sedangkan untuk agenda perubahan pengurus perseroan, rapat sepakat menunda pengisian jabatan Direktur Komersial dan UMKM,” katanya.

Sepanjang 2019, Bank bjb berhasil mempertahankan kinerja positif dengan raihan laba bersih sebesar Rp1,56 triliun yang dibubuhkan perseroan. Pertumbuhan laba tersebut diikuti penambahan nilai aset yang juga terkatrol dengan total nilai aset yang dimiliki Bank bjb termasuk anak perusahaan tercatat sebesar Rp123,5 triliun atau tumbuh sebesar 2,8 persen year on year (yoy). Sektor kredit yang menjadi ujung tombak utama perseroan dalam mendongkrak pendapatan juga tumbuh 8,7 persen y-o-y menjadi Rp81,9 triliun. Pertumbuhan total kredit ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di kisaran 6,97 persen (per November 2019). Jumlah dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perseroan bertumbuh sebesar 2,7 persen (yoy) menjadi sebesar Rp89,3 triliun. Pertumbuhan DPK ini didorong bertambahnya porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) di level 49,6 persen.

Ia mengungkapkan, raihan positif ini menjadi catatan tersendiri bagi Bank bjb. Keberhasilan ini tidak bisa dilepaskan dari strategi ekspansi dan komitmen perseroan. Perusahaan senantiasa berpegang teguh pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Hasilnya, kurva pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan selalu berhasil terjaga dan kian terakselerasi. Capaian-capaian kinerja yang diukir membuktikan kualitas dan kapasitas insan perseroan dalam mengelola dan menjaga marwah Bank bjb sebagai bank daerah terbesar yang berada dalam kelompok 15 besar bank elite nasional.

“Bank bjb juga senantiasa memelihara jati dirinya sebagai bank pembangunan dengan secara konsisten berkiprah dalam memajukan kesejahteraan ekonomi di seluruh penjuru negeri,” katanya. (skn/aas)