JAKARTA – PT Bank Jabar Banten (BJBR) berani mematok target laba bersih yang sangat besar pada 2016. Perseroan yakin bisa mencapai laba bersih sebesar Rp 1,54 triliun.

Jumlah itu melonjak 12 persen dibandingkan tahun lalu yang “hanya” Rp 1,38 triliun. Itu sejalan penurunan biaya dana atau cost of fund untuk mengurangi beban bunga dan mendongkrak pertumbuhan kredit.

Penurunan biaya dana, misalnya dilakukan melalui skema rasio biaya dana ditekan menjadi 5,2 persen dari posisi tahun lalu 5,9 persen. Kemudian memangkas suku bunga simpanan dan bunga spesial.

Saat ini bunga deposito lima persen dan bunga spesial 7-8 persen. Kemudian memperbesar porsi dana murah menjadi 58 persen dari posisi tahun lalu 52,4 persen.

“Kami akan menjaring dana murah dari tabungan. Tidak lagi mengandalkan penempatan dana pemerintah daerah (Pemda),” tutur Direktur Utama BJB Ahmad Irfan kemarin. (far/jos/jpnn)