Polisi mengamankan Bank BJB Kantor Cabang Khusus Banten yang didemo ratusan pendekar.

SERANG – Bank BJB Kantor Cabang Khusus Banten di Jalan Veteran, Kota Serang didemo ratusan pendekar dari Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) Banten, Senin (10/4).

Massa menuntut sertifikat tanah atas nama Wahyu Nurjamil, anak Ketua Umum DPP TTKKDH Maman Rizal, yang dijaminkan ke Bank BJB tanpa sepengetahuan pemilik segera dikembalikan. Mereka juga meminta kepolisan mengusut dugaan gratifikasi yang melibatkan Dendi Nugraha (pegawai Bank BJB). Pegawai itu telah memberikan keputusan kredit. Pihak lainnya yang terlibat, yaitu Liza (notaris) dan dan Ryan Anthoni sebagai rekanan bisnis pemilik sertifikat, juga diusut.

“Saya hari ini membuktikan kepad aBank BJB bahwa tuntutan ini bukan permasalahan uang tapi ini permasalahan hak saya. Awalnya saya memberikan sertifikat tersebut kepada Dendi Nugraha terkait urusan bisnis usaha. Namun ketika sudah jatuh tempo pengembalian sertifikat tersebut, yang dalam perjanjian hanya dalam waktu satu tahun, malah saya ditagih untuk membayar sebesar Rp1,8 miliar,” jelas Wahyu Nurjamil, pemilik sertifikat tanah, Senin (10/4).

Polisi berjaga di Bank BJB Kantor Cabang Khusus Banten yang didemo pendekar.

Dengan terjadinya pemufakatan kejahatan perbankan tersebut, pihaknya telah mengadukan permasalahan tersebut kepada Polres Serang Kota.

“Kami sudah adukan kasus ini kepada kepolisian dan saat ini sedang diusut. Saya percaya pihak kepolisian akan menyelesaikan kasus ini sesuai dengan koridornya,” ujarnya

Ia menambahkan, sertifikat yang digunakan sebagai jaminan kredit tersebut merupakan sertifikat hak milik tanah seluas 1,5 hektare senilai Rp7,5 miliar.

“Perlu diketahui kredit tersebut sudah macet selama lima tahun. Saya engga tahu itu tanda tangan saya dipalsukan atau bagaimana. Dalam hal ini saya telah dirugikan oleh Bank BJB senilai Rp 7,5 miliar,” ungkapnya. (Wirda Gariza Haque/risawirda@gmail.com)