Bank bjb Raih Penghargaan Indonesia Corporate PR Award 2020

0
1.235 views
Customer service Bank bjb melayani nasabah.

SERANG – Bank bjb meraih penghargaan Popular Banking Company for Lobbying & Negotiation Activity Strategy. Penghargaan sebagai perbankan popular ini diberikan pada ajang Indonesia Corporate Public Relation Award (IPRA) 2020.

Ajang penghargaan bergengsi ini diberikan via E-Awarding yang dilaksanakan melalui telekonferensi pada Selasa (12/5). Penghargaan ini turut diikuti oleh Menteri Komunikasi & Informatika Johnny G. Plate dan Ketua Perhumas Agung Laksamana yang menjadi keynote speaker.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan, catatan positif ini merupakan cerminan dari pencapaian dan kinerja riil yang ditorehkan seluruh insan perseroan dalam menapaki tahap. Ini demi tahap perkembangan usaha Bank bjb. Kerja keras menjadi kata kunci dalam mewujudnya keyakinan bahwa Bank bjb akan terus bertumbuh semakin besar sehingga menjadi kenyataan.

“Kami optimis, langkah-langkah yang akan dijajaki perseroan di hari-hari ke depan akan senantiasa terjaga dalam koridor upaya mengakselerasi pertumbuhan perseroan,” katanya.

Menurutnya, pada kenyataannya, kinerja perseroan memang senantiasa menorehkan hasil positif. Teranyar, perseroan sanggup mendapatkan laba bersih sebesar Rp418 miliar pada triwulan I 2020. Capaian positif di tengah merebaknya pandemi Covid-19 tersebut diikuti penambahan nilai aset yang tercatat sebesar Rp123 triliun atau tumbuh sebesar 4,5 persen year on year (y-o-y). Sektor kredit juga tumbuh 9,1 persen y-o-y menjadi Rp82,7 triliun. Pertumbuhan total kredit ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di kisaran 6,09 persen (per-Januari 2020).

Ia mengungkapkan, IPRA 2020 merupakan ajang apresiasi yang diberikan oleh Warta Ekonomi kepada perusahaan di Indonesia yang mampu menciptakan pemberitaan positif dan citra yang baik perusahaan melalui kinerja public relation. Para juri melakukan melakukan penelitian dengan metode media monitoring berbasis analisis isi. “Caranya dengan menganalisa isi dari pemberitaan-pemberitaan tentang perusahaan di berbagai media online di Indonesia,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penggunaan analisis dari media monitoring ini bertujuan untuk memperoleh struktur makna dari sebuah teks berita untuk melihat arah sentimen, baik positif, negatif, maupun netral. Media monitoring dilakukan dengan memantau pemberitaan secara online dalam enam bulan terakhir. Penghargaan ini diberikan kepada berbagai industri, di antaranya agribisnis, asuransi jiwa, asuransi umum, consumer goods, ritel, energi, farmasi, properti dan konstruksi, minyak dan gas, pembiayaan, perbankan, pertambangan, telekomunikasi, agritech dan teknologi informasi. (skn/aas)