Bank bjb Suntik Rp1 Triliun ke Bulog

Direktur Utama Bank bjb Yuddy Renaldi didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berjabatan tangan dengan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso usai penandatanganan kerja sama di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (23/12).

SERANG – Bank bjb akan memberikan suntikan modal kepada Perum Bulog sebesar Rp1 triliun. Penyertaan kredit modal kerja ini diberikan usai adanya kesepakatan kerja sama antara kedua belah pihak di Gedung Sate, Kota Bandung pada Senin (23/12).

Kerja sama tersebut untuk guna memenuhi kebutuhan usaha sekaligus mengakselerasi laju pertumbuhan bisnis masing-masing. Terdapat lima paket kerja sama yang disepakati, di antaranya fasilitas Kredit Modal Kerja sebesar Rp1 triliun, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada Rumah Pangan Kita (RPK) yang merupakan jaringan pemasaran Bulog, pemberian fasilitas kredit kepada produsen gabah/beras mitra Program On Farm yang dikelola Perum Bulog, pemanfaatan produk Perum Bulog oleh Bank bjb (resiprocal), penyaluran fasilitas, dan bantuan pembayaran kolektif angsuran bjb Kredit Guna Bhakti bagi pegawai Perum Bulog.

Direktur Utama Bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan, kerja sama ini menjadi salah satu lompatan strategis perseroan yang akan menentukan arah relasi bisnis sekaligus kemitraan. Kesepakatan kerja sama dicapai atas dasar analisis yang tajam.

“Ini dalam rangka mengembangkan usaha sekaligus memperkuat dorongan terhadap realisasi langkah-langkah semua pihak untuk memajukan Indonesia,” kata dikutip dari siaran pers.

Menurutnya, Bank bjb senantiasa memberikan dorongan nyata terhadap para mitra yang memiliki semangat kuat dalam rangka membangun negeri. Ini menjadi kewajiban perseroan untuk memberikan yang terbaik dalam menyediakan fasilitas dan layanan jasa keuangan kepada para mitra. Bank bjb senantiasa menyambut gembira dan membuka tangan selebar-lebarnya terhadap berbagai inisiatif kolaborasi demi menopang langkah dalam mencapai cita-cita untuk bertumbuh. “Berkembang bersama sekaligus memajukan Indonesia,” katanya.

Seiring dengan berjalannya waktu, eksistensi Perum Bulog yang dibentuk sejak 1967 terus bertahan dan berkembang. Seturut perkembangan usaha, kebutuhan akan layanan perbankan atas kegiatan yang dijalankan oleh Perum Bulog ikut meningkat, terutama di sektor keuangan untuk mengongkosi aktivitas bisnis, kesejahteraan pegawai dan akselerasi usaha Perum Bulog.

“Bank bjb hadir memberikan jalan keluar yang dibutuhkan,” katanya.

Ia mengungkapkan, kerja sama ini sekaligus menandai hadirnya sebuah babak baru sinergi kemitraan yang terjalin antara bank bjb dan Perum Bulog. Dengan kerja sama ini, kedua belah pihak bergerak satu langkah maju guna mempererat sinergi dan mewujudkan semangat berkembang bersama.

“Hasil kerja sama diharapkan akan mengatrol portofolio bisnis kedua belah pihak,” katanya.

Kerja sama tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi kedua belah pihak. Bagi Perum Bulog, perusahaan dan para pegawai bisa menikmati fasilitas layanan perbankan yang disediakan Bank bjb guna memudahkan berbagai macam keperluan bisnis dan keuangan dengan layanan prima. Sedangkan untuk Bank bjb kerja sama ini terbilang menguntungkan lantaran mendatangkan potensi penerimaan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan fee based income.

Turut hadir pada penandatanganan kerja sama Direktur Konsumer dan Ritel Bank bjb Suartini, Direktur Kepatuhan Agus Mulyana, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Nia Kania, Direktur IT, Treasury dan International Banking Rio Lanasier dan Direktur Operasional Tedi Setiawan. Sedangkan dari Perum Bulog turut hadir Direktur Utama Budi Waseso, Direktur Keuangan Triyana, Direktur SDM dan Umum Bagya Mulyanto dan Direktur Pengadaan Bachtiar. (skn/aas)