Bankeu Provinsi untuk Kabupaten Serang Naik Rp20 Miliar

SERANG – Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemprov Banten untuk Kabupaten Serang tahun anggaran 2020 diproyeksikan Rp80 miliar. Dengan demikian, besaran bankeu itu naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp60 miliar.

Anggota DPRD Provinsi Banten daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Serang Muhsinin mengatakan, pembahasan bankeu untuk kabupaten kota sudah final. DPRD Provinsi Banten tinggal menetapkannya saja melalui paripurna. “Sudah diselesaikan, untuk Kabupaten Serang Rp80 miliar,” katanya kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Kamis (14/11).

Ia mengatakan, pembahasan bankeu itu melalui proses perdebatan dengan anggota DPRD dapil lainnya. Karena, kabupaten kota lainnya tidak mencapai angka Rp80 miliar. “Tapi, kita sampaikan, di Kabupaten Serang itu ada RSUD rujukan yang menampung lima kabupaten kota di Banten,” ujarnya.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan, bankeu itu untuk dialokasikan pembangunan infrastruktur serta pengembangan RSUD dr Dradjat Prawiranegara Serang. “Sebagai rumah sakit rujukan, RSDP harus terus dikembangkan fasilitasnya,” ucapnya.

Disinggung soal bantuan pembangunan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab), pihaknya mengaku, sudah mengajukan kepada Pemprov Banten. Namun, belum ada alokasi anggarannya. “Mungkin untuk sekarang belum, karena terbagi-bagi untuk kabupaten kota lainnya,” katanya.

Wakil Bupati Pandji Tirtayasa menilai, meskipun sudah naik dari tahun sebelumnya, bankeu dari Pemprov itu belum masuk nilai ideal. Ia mengestimasikan nilai ideal bantuan dari Pemprov Rp150 miliar. “Kita kan banyak pembangunan-pembangunan yang juga bukan hanya tanggung jawab Kabupaten Serang,” katanya.

Pandji mengatakan, selain Puspemkab dan RSDP, pembangunan yang harus dibantu oleh Pemprov Banten, yakni kegiatan normalisasi Kalimati di Serang Utara. Pada kegiatan itu, Pemkab Serang dibebani untuk menertibkan bangunan liar sepanjang delapan kilometer yang juga harus memberikan uang kerohiman kepada warga yang terdampak.  “Untuk penertiban dan uang kerohiman ini kira-kira butuh anggaran Rp40 miliar, di sana ada ribuan bangunan yang akan digusur,” ucapnya. (jek/zee/ira)