Bantaran Ciujung di Cempa Rawan Longsor

Bantaran Sungai Ciujung di Kampung Cempa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, rawan longsor dan berpotensi membahayakan masyarakat, kemarin.

KALANGANYAR – Bantaran Sungai Ciujung di Kampung Cempa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, rawan longsor. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat dan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Faizin, karena jarak rumah warga dan bibir sungai hanya beberapa meter.

Pimpinan Ponpes Nurul Faizin Ahmad Fitri Tahriri mengatakan, memasuki musim hujan masyarakat dan santri di Cempa resah. Luapan air Sungai Ciujung mengakibatkan bantaran sungai longsor. Untuk itu, ketika musim hujan para santri dan masyarakat tidak bisa tidur nyenyak karena mereka khawatir terjadi longsor yang dapat membahayakan keselamatan para santri dan masyarakat setempat. “Masyarakat Kampung Cempa beberapa tahun lalu swadaya membangun beronjong di bantaran Ciujung di belakang musala. Tapi, beronjong tersebut kemudian ambles dan kini sudah tidak tersisa lagi,” kata Ahmad Fitri Tahriri, kemarin.

Masyarakat Cempa kemudian mengusulkan pembangunan beronjong kepada DPRD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak. Namun, Pemkab Lebak mengklaim tidak punya kewenangan untuk membangun beronjong di aliran Sungai Ciujung. Pembangunan beronjong merupakan kewenangan dari Kementerian PUPR RI. Karena itu, mereka berjanji untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat kepada pemerintah provinsi dan pusat. “Tapi, sampai sekarang belum ada tindak lanjut atau respons dari apa yang kami sampaikan. Pembangunan beronjong yang diharapkan tidak pernah ada realisasinya sehingga masyarakat tidak aman tinggal di sekitar sungai tersebut,” ujarnya.

Ketua RT/RW 01/01, Kampung Cempa, Zaenal Abidin mengatakan, bantaran Sungai Ciujung di Kampung Cempa merupakan daerah rawan longsor. Sekarang jarak antara musala dan asrama putri Ponpes Nurul Faizin hanya beberapa meter dengan bibir sungai. Kondisi tersebut tentu saja membahayakan keselamatan para santri dan masyarakat. “Dulu jarak antara rumah warga dengan sungai lebih dari 15 meter. Sekarang hanya tinggal dua meter saja,” jelasnya.

Memasuki musim hujan, dia meminta masyarakat dan pimpinan ponpes di Cempa untuk tetap waspada. Jika hujan deras terus-menerus terjadi dan air sungai meluap, masyarakat diimbau untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Khawatir terjadi longsor dan membahayakan keselamatan warga Cempa. “Bantaran sungai di Cempa tertutup ilalang. Kita harap tidak terjadi longsor yang membahayakan keselamatan masyarakat di sini,” harapnya.

Kepala Dinas PUPR Lebak Wawan Kuswanto menyatakan, sudah melaporkan kondisi bantaran Sungai Ciujung kepada Kementerian PUPR RI. Namun, sampai sekarang belum ada respons terhadap laporan tersebut. Pemkab Lebak sendiri tidak bisa berbuat apa-apa karena anggaran yang dimiliki Lebak terbatas. “Pembangunan beronjong di Sungai Ciujung menjadi kewenangan pemerintah pusat. Kita hanya mengusulkan saja, direalisasikan atau tidak itu tergantung pemerintah pusat,” tegasnya. (Mastur/RBG)