Banten Andalkan Empat Cabor pada Pomnas di Sulsel

0
1.751 views
Ketua Umum Bapomi Banten Suherna

SERANG – Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Banten dipastikan akan mengikuti 12 cabang olahraga (cabor) pada multi event Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XV Sulawesi Selatan (Sulsel), Oktober 2017. Ke-12 cabor yang akan diikuti Banten, yakni futsal, bola basket, bola voli, sepak takraw, renang, catur, bulu tangkis, pencak silat, karate, tarung derajat, pentaque, dan tenis lapangan.

Dari 12 cabor tersebut, kontingen Banten mengandalkan empat cabor untuk mendulang medali emas. Keempat cabor itu adalah renang, catur, bulu tangkis, dan bola basket. Empat cabor ini dinilai memiliki potensi besar untuk menuai prestasi di Makassar nanti.

Ketua Umum Bapomi Banten Suherna mengatakan, Banten memiliki tradisi bagus pada keikutsertaan di pomnas. Pada Pomnas XIII di Jogjakarta 2013, Banten finis di peringkat tujuh dengan meraih 13 keping medali (lima emas, tiga perak, dan lima perunggu). Sedangkan pada Pomnas XIV di Aceh 2015, prestasi Banten merosot drastis dari sebelumnya peringkat tujuh ke peringkat 21.

“Kami ingin kembali merangsek ke posisi 10 besar di Makassar nanti. Kami rasa target tersebut (10 besar-red) tidak hanya isapan jempol belaka. Kami sudah memetakan kekuatan atlet Banten di mana saja. Nah, dari pemetaan itu muncullah empat cabor andalan, yakni renang, catur, bulu tangkis, dan bola basket. Kita targetkan empat cabor itu medali emas,” kata Suherna kepada Radar Banten, Sabtu (10/6).

Suherna menambahkan, ditetapkannya empat cabor tersebut sebagai andalan kontingen Banten bukan tanpa sebab. Dari tim pemandu bakat yang diterjunkan pihaknya, atlet di empat cabor tersebut dinilai memiliki kualitas di atas rata-rata.

“Sampai saat ini tim pomnas belum kami tentukan. Kami masih akan melakukan seleksi setelah lebaran nanti. Tapi tim pemandu bakat secara reguler melaporkan perkembangan setiap atlet di masing-masing cabor. Eatlet di empat cabor tersebut yang dinilai paling menonjol. Kami yakin akan terjadi seleksi yang ketat nanti,” imbuh pria yang juga Purek III Untirta itu.

Ketua Harian Bapomi Banten Yayan S Ryan menyatakan, setelah ajang seleksi digelar pada Juli 2017, atlet yang terpilih akan langsung menjalani pemusatan pelatihan daerah (Pelatda).
“Kami hanya memiliki anggaran dua bulan untuk pelatda mulai dari Agustus 2017 hingga jelang keberangkatan menuju Makassar pada Oktober 2017. Meski hanya dua bulan, saya kira waktu tersebut cukup untuk mematangkan kesiapan atlet,” katanya. (Andre AP/RBG)