Banten Auto Fest 2016, Ajang Kreatifitas Modifikasi Mobil

SERANG – Banten Auto Fest (BAF) 2016 merupakan ajang kreatifitas modifikasi bagi para pencinta otomotif khususnya mobil, dalam mencurahkan bakat seninya. Event ini diikuti oleh hampir semua komunitas mobil yang berada di Banten maupun luar Banten.

Para kontestan Banten Auto Fest 2016 rela merogoh kocek mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah, demi unjuk gigi di ajang modifikasi paling bergengsi se-Banten ini. Para peserta berlomba-lomba memodifikasi mobilnya semenarik mungkin bahkan cenderung ekstrim.

Ketua Panitia Banten Auto Fest, Audiar Lutfi mengatakan, event tersebut memang event tahunan yang diadakan sebagai ajang silaturahmi para pecinta otomotif khususnya di Banten. “Sebelumnya, kita adakan pada tahun 2014 di Stadion Maulana Yusuf (Ciceri, Kota Serang). Dan untuk biaya pendaftaran bagi para kontestan terdapat 3 klasifikasi yaitu reguler Rp350 ribu, VIP Rp600 ribu dan VVIP Rp1 juta. Perbedaannya, jika kontestan regular peluangnya memang sangat terbuka. Namun untuk VIP, kami berikan fasilitas tenda untuk memajang kendaraan mereka. Sedangkan VVIP, mereka kami sediakan tenda dan mendapatkan baju yang bertuliskan ‘VVIP Slot’ dan mendapatkan konsumsi. Selain kontes (modifikasi) otomotif ini juga, kami adakan event slalom yang juga sering diadakan secara nasional,” katanya saat gelaran acara di Alun-alun Barat Kota Serang, Sabtu (17/9).

Untuk kategori lomba, lanjutnya, BAF menyediakan 115 kategori, namun kategori yang terpenting yaitu dari segi interior, eksterior, audio, velg dan yang memiliki keunikan tersendiri.

“Malam ini kita langsung akan umumkan juaranya. Para juara akan kita berikan uang tunai jutaan rupiah untuk kategori juara I, II dan III. Selain itu, kami juga akan berikan hadiah dari para sponsor kami yaitu Akasia Garage,” ujarnya.

Ia berharap dengan terselenggaranya event tersebut, dapat memberikan edukasi bagi para pencinta otomotif serta masyarakat Banten pada umumnya. Dan untuk membuktikan bahwa kreatifitas modifikasi mobil di Banten tak kalah dengan daerah lainnya. (Wirda)