Banten Bawa 55 Karateka ke Kejurnas INKAI 2016

Karate Banten
Atlet karate Banten berlatih rutin di GOR Baladika Grup I Kopassus, Kota Serang. (Foto: Andre AP)

SERANG – Pengprov FORKI Banten dipastikan akan membawa 55 karateka terbaik pada kejuaraan nasional (Kejurnas) Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) 2016 di Semarang, Jawa Tengah, pada 5-7 Februari mendatang. Dari 55 karateka yang diturunkan, 40 karateka merupakan atlet Banten Bangkit (Bangkit) dan 15 atlet lainnya adalah karateka Pengda INKAI Banten.

Wakil Ketua Harian Pengprov FORKI Banten Bidang Prestasi Joe Manaloe mengatakan, sejauh ini persiapan karateka Banten sudah maksimal. Dengan persiapan maksimal, pihaknya optimistis tim Banten akan menuai prestasi terbaik. “Kejurnas ini merupakan kejuaraan pertama bagi Tim Bangkit yang notabene baru dibentuk pasca Kejurda Piala Gubernur di Kabupaten Lebak beberapa waktu lalu. Juara di masing-masing kelas pada Kejurda lalu kami jadikan sebuah tim pembinaan jangka panjang yang diberi nama Tim Bangkit. Event ini akan dijadikan sebagai wadah evaluasi tim Bangkit untuk menjalani pembinaan jangka panjang,” kata Joe kepada Radar Banten di GOR Baladika Grup 1 Kopassus, Kota Serang, kemarin.

Joe menambahkan, meski menerjunkan banyak atlet pihaknya tidak ingin muluk-muluk dalam urusan target. Ia menyadari bahwa Kejurnas INKAI merupakan salah satu kejuaraan terbesar yang diikuti para karateka terbaik Se-Indonesia. “Target kami hanya satu, yakni memperbaiki peringkat. Pada Kejurnas INKAI 2015, Banten mampu menempati peringkat ketujuh dengan raihan satu emas, tujuh perak, dan sembilan perunggu. Kami tidak ingin muluk-muluk karena persaingan nanti dipastikan ketat dan kuat. Kalau kejurnas INKAI sama dengan kita menghadapi atlet FORKI Indonesia. Karena rata-rata di seluruh kejuaraan di Indonesia dijuarai oleh karateka INKAI. Makanya kita tidak berani pasang target yang aneh-aneh,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pelatih Karate Banten Sihang Gusti menyatakan, performa karateka Bangkit terus mengalami peningkatan. Baik dari segi fisik maupun teknik. “Anak-anak dalam kondisi terbaik dan semua siap diturunkan. Tapi sekali lagi kami tegaskan bahwa kejuaraan ini hanya sebatas menjadi bahan evaluasi kami ke depan dalam program Bangkit,” ucapnya.

Mengenai target memperbaiki prestasi, Gusti enggan menangnggapi serius. “Pasti ada target, tapi target kami bukan juara umum. Kan Tim Bangkit baru terbentuk dan belum sepenuhnya menjalani program latihan. Kalau saya pribadi hanya untuk menambah pengalaman dan jam terbang anak-anak saja. Kalau target memperbaiki prestasi itu target pengprov. Bukan saya pesimistis, tapi persaingan nanti dipastikan ketat,” tandasnya. (RB/dre/air/ags)