Banten Belum Punya Lapas Khusus Napi Teroris

JP. ILUSTRASI
JP. ILUSTRASI

SERANG – Provinsi Banten belum memiliki lembaga pemasyarakatan (Lapas) khusus untuk terpidana kasus teroris. Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Susy Susilawati usai acara maulid nabi Muhammad di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Serang, Rabu (20/1/2016).

Susy mengatakan bahwa terpidana kasus teroris di wilayah Banten selama ini hanya menempati blok tersendiri terpisah dari narapidana kasus lainnya. “Sementara ini untuk wilayah Banten di tempatkan di Lapas Kelas I Tangerang. Kalau ruang khusus tidak ada tapi kita buat satu blok tersendiri untuk para teroris tersebut,” kata Susy didampingi Kepala Rutan Kelas II B Serang Prihartati.

Dia menganggap, Lapas khusus untuk teroris ini perlu disiapkan dengan pertimbangan yang matang dari segi bangunannya. Tujuannya agar terpidana teroris tidak lagi dapat membuat rencana dan memutus jaringan komunikasi selama menjalani masa hukuman di lapas. “Kami belum memiliki bangunan untuk itu. Karena untuk para teroris itu, harus ada bangunan yang spesifikasinya tertentu. Supaya dia tidak bisa kontek satu sama lain.”

Namun demikian, pemisahan antara napi teroris dan napi lainnya merupakan hal ini dilematis. Sebab, tidak tersedianya ruang khusus untuk napi teroris menyebarkan ajaran dan faham radikal kepada napi lainnya. Sementara, jika disediakan ruang khusus untuk napi teroris dapat memperkuat kelompok teroris yang ada di dalam lapas.

Di wilayah Banten, kata dia, ada 11 napi terpidana teroris. Lima diantaranya telah diamankan Brimob Mabes Polri untuk dimintai keterangan terkait jaringan dan pelaku teror Bom Sarinah, Jakarta. Sisanya, menempati satu blok sel tersendiri di Lapas Kelas I Tangerang. “Secara umum mereka diperlakukan sama, namun mendapat pembinaan deradikalisasi dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme),” imbuhnya. (Wahyudin)