Banten Bentuk Satgas La Nina

0
272 views
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Banten Agus M Tauchid (dua kanan) dikukuhkan sebagai Satgas La Nina pada akhir Oktober 2020. Salah satu tugas Satgas melakukan mitigasi bencana bidang pertanian dan peternakan sebagai dampak La Nina.

Mitigasi Bencana Bidang Pertanian dan Peternakan

SERANG – Pemprov Banten membentuk satuan tugas (satgas) untuk menghadapi La Nina. Satgas itu bertugas untuk melakukan mitigasi, salah satunya di bidang pertanian dan peternakan.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, Satgas La Nina sudah di-launching oleh Menteri Pertanian pada akhir Oktober lalu. “Pak Gubernur menindaklanjuti melalui Distan,” ujar Agus kepada Radar Banten, Minggu (8/11).

Saat mitigasi bencana, ia mengatakan, satgas akan memberikan laporan kepadanya. Pihaknya juga akan menginstruksikan sistem perlindungan kerugian ketika banjir dan longsor melanda. “Melalui asuransi ternak sapi dan kerbau,” tuturnya.

Kata dia, satgas juga mengadakan percepatan bantuan bersama petani serta sedang membuat parit pasir. Banten memang salah satu provinsi yang terdampak La Nina. Namun, apabila hitungan curah hujan  normal, La Nina justru malah memperkuat penyediaan air di tingkat lapangan.

Hal itu terbukti di angka realisasi produksi padi Oktober ini mencapai 230 persen dari target 10.410 ton terealisasi 34.109 ton. “Ini sudah memasuki La Nina kan,” ujar Agus.

Kata dia, hal itu menandakan bahwa sumber air positif dan tidak terjadi gagal tanam karena kebanjiran. Dikatakan, Oktober sampai Maret adalah musim tanam.

“Yang dipersiapkan saat ini adalah dari sisi pergerakan hama. Kami melakukan gerakan pengendalian,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan pompa untuk mengeluarkan air.

Namun, meskipun di sektor pertanian baik tapi untuk tanaman holtikultura sayuran seperti cabai butuh penanganan ekstra. Selain itu, kualitas sejumlah varietas buah-buahan seperti mangga dan durian tak sebagus tahun lalu.

Dihubungi terpisah Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten M Juhriyadi mengatakan,  sebagian besar kecamatan di Banten masuk dalam peta rawan bencana banjir. Oleh karena itu, pihaknya harus meningkatkan koordinasi dengan BPBD kabupaten kota dan instansi terkait lainnya untuk melakukan mitigasi bencana.

“Semua daerah harus siaga bencana. Masyarakat juga diminta waspada terjadinya ancaman banjir terutama saat malam hari,” ujarnya. (nna/alt)