Banten Bersiap Terapkan Wajib Masker

0
745 views
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy (kanan) berdialog dengan Wakapolda Banten Brigjen Pol Wirdhan Denny (kiri) di ruang kerja Wagub, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (19/8).

Disiplin Masyarakat Mulai Kendor

SERANG – Pemprov Banten sudah menggelontorkan ratusan miliar untuk melakukan penanganan dan pencegahan Covid-19, tapi upaya itu akan sia-sia bila kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan masih rendah.

Guna meningkatkan kedisiplinan masyarakat, Pemprov Banten melalui Biro Hukum telah menggodok rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 sejak awal Agustus lalu.

Pergub itu merupakan tindaklanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, yang diteken Presiden Joko Widodo pada 4 Agustus 2020.

Menurut Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Pemprov Banten tengah bersiap untuk menerapkan wajib masker, agar Banten menjadi zona hijau Covid-19.

“Sekarang kami sedang menggodok dulu payung hukumnya berupa pergub, untuk bisa melaksanakan amanat Inpres 6/2020 di wilayah Provinsi Banten,” kata Andika usai rapat koordinasi persiapan penerapan wajib masker bersama Wakapolda Banten Brigjen Pol Wirdhan Denny di Pendopo Gubernur, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (19/8).

Andika menjelaskan, Inpres tersebut merupakan landasan hukum bagi upaya penanganan situasi pandemi Covid-19, serta meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan. “Jadi Inpres tersebut mengatur tentang sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan Covid 19,” tegasnya.

Dalam Inpres 6/2020, tambah Andika, Presiden Jokowi meminta semua pemerintah daerah menetapkan dan menyusun peraturan yang memuat sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan. “Untuk mendisiplinkan masyarakat, tentu Pemprov membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk kepolisian,” urainya.

Sementara Wakapolda Banten, Brigjen Pol Wirdhan Denny mengungkapkan, pihaknya mendukung rencana Pemprov yang akan segera menerbitkan pergub tentang wajib masker, sebagai penerapan Inpres 6/2020 di Banten. “Kami siap bekerja sama dengan pemerintah daerah di Banten, agar masyarakat tetap disiplin terhadap protokol kesehatan,” katanya.

Sebelum menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, kata Wirdhan, Pergub harus disosialisasikan dulu kepada masyarakat. “Tentu saja sosialisasinya dulu yang akan kita gencarkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini tengah mengintensifkan persiapan dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah di Provinsi Banten. “Koordinasi diperlukan dalam rangka kesiapan payung hukum yang mengatur tentang sanksi, personel hingga sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan Inpres 6/2020 ini,” paparnya.

Terpisah, Kepala Biro Hukum Pemprov Banten, Agus Mintono mengatakan, menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, Pemprov langsung menyusun draf pergub.

“Sesuai amanat Inpres tersebut, maka gubernur harus membuat Peraturan Gubernur tentang Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Provinsi Banten,” katanya.

Ia melanjutkan, pihaknya tengah melakukan kajian terkait sanksi yang akan diterapkan kepada para pelanggar protokoler kesehatan.

“Semuanya masih dalam kajian, prinsipnya draf sedang dipersiapkan dan disusun sesuai Inpres. Insya Allah selesai dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten dr Ati Pramudji Hastuti menyambut baik terbitnya Inpres 6/2020. Dengan adanya penegakan hukum terhadap pelanggar protokoler kesehatan, diharapkan dapat mempercepat capaian target agar Provinsi Banten menjadi zona hijau covid-19.

“Alhamdulillah saat ini semua kabupaten/kota di Banten masuk zona kuning, dengan memperketat protokoler kesehatan tentu bisa meningkatkan kedisiplinan masyarakat. Sehingga Banten bisa cepat menjadi zona hijau,” ujarnya.

Dalam dua pekan terakhir, lanjutnya, jumlah  kasus  positif, kasus ODP dan  PDP telah menurun signifikan di Banten. Begitu juga jumlah pasien meninggal terus menurun. Sementara jumlah pasien sembuh dari  kasus  positif semakin meningkat.

“Bila ini bisa terus ditekan, disiplin masyarakat tidak kendor terhadap protokol kesehatan, Banten akan lebih cepat menjadi zona hijau,” tuturnya. (den/air)