Banten Dapat Jatah Vaksin, Prioritaskan 45.829 Tenaga Medis

0
361 views

SERANG – Provinsi Banten mendapatkan jatah 8.131.798 vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat. Vaksin tersebut rencananya akan dibagikan ke masyarakat secara bertahap mulai Desember nanti.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, dr Ati Pramudji Hastuti mengaku jumlah vaksin yang akan dibagikan pada tahap pertama nanti yaitu di awal Desember sebanyak 63.536 vaksin. “Yang menjadi prioritas yakni tenaga kesehatan,” ujar Ati saat Forum Group Discussion yang dilaksanakan Radar Banten, Jumat (23/10).

Perempuan yang merupakan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Provinsi Banten ini mengatakan, jumlah tenaga kesehatan yang akan diberikan vaksin yakni 45.829 orang. Selain tenaga kesehatan, Satpol PP dan TNI/Polri sebagai garda terdepan juga akan menjadi prioritas pemberian vaksin sebanyak 17.088 orang.

Ati mengatakan, pihaknya memang telah mendapatkan sosialisasi langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait vaksin belum lama ini. Jatah vaksin yang diberikan untuk Banten tidak akan didistribusikan sekaligus tetapi secara bertahap.

Untuk tahap selanjutnya yakni tahap kedua, Ati mengatakan, aparat pemerintah daerah, legislatif mulai dari DPRD Provinsi Banten hingga kabupaten/kota juga akan menjadi sasaran selanjutnya. “Tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga perangkat daerah di lapisan kecamatan, kelurahan, RW, dan RT juga akan menjadi sasaran vaksin,” ungkapnya.

Selain itu, tenaga pendidik mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi juga menjadi prioritas. Setelah semua tercover, ia mengatakan, masyarakat yang masuk dalam penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan juga akan diberikan vaksin. “Terakhir, lapisan masyarakat berikutnya,” terang Ati.

Kata dia, vaksin itu akan dibagikan kepada delapan kabupaten/kota. Menurutnya tidak ada prioritas bagi daerah zona merah.

Hanya saja, ia memastikan, vaksin yang ada saat ini hanya aman bagi masyarakat dengan usia di atas 18 tahun sampai 60 tahun. Sedangkan, vaksin untuk masyarakat di atas 60 tahun belum tersedia. Pemerintah sedang mencari vaksin dengan komposisi aman bagi masyarakat berusia di atas 60 tahun dan di bawah 18 tahun.

Terpisah, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, Banten mendapat jatah delapan juta vaksin. “Prioritas tenaga medis,” ujarnya.

Saat ditanya apakah vaksin itu gratis atau tidak, orang nomor satu di Banten ini mengiyakan. “Nanti dicek dulu,” terang pria yang akrab disapa WH ini. (nna/air)