Banten Dijatah Sembilan Calon Taruna Akpol

PAKTA INTEGRITAS: Seorang calon anggota Polri menandatangani Pakta Integritas Penerimaan Polri di Kampus Faletehan, kemarin (17/4). Perwakilan orangtua calon anggota Polri dan Ketua Panitia Penerimaan Anggota Polri Wilayah Banten. FOTO: DOKUMEN POLDA BANTEN

SERANG – Mabes Polri memberikan jatah sembilan calon taruna Akpol tahun ajaran 2017 kepada Polda Banten. Kuota penerimaan perwira karier polisi ini diketahui saat penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Polri di Kampus Akbid Faletehan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Senin (17/4).

Penerimaan anggota Polri tahun ini dibuka melalui lima jenis seleksi sekaligus. Yakni, taruna Akpol, bintara Polri, tamtama, bintara teknik informatika (TI), serta bintara musik.

Selain sembilan calon taruna Akpol, Mabes Polri memberikan kuota 190 bintara Polri dengan rincian 180 polisi pria dan sepuluh polisi wanita, serta sepuluh tamtama Polri kepada Polda Banten. Sementara, kuota bintara TI dan bintara musik belum diketahui. Hanya saja, ada 200 orang bintara TI dan 35 bintara musik yang dibutuhkan Polri untuk seluruh Indonesia.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Andi S Taufik mengatakan, jumlah pendaftar online sementara untuk Polda Banten hingga hari Senin (17/4) mencapai 3.000 orang. Namun, yang lolos pemeriksaan administrasi 2.009 orang.

“Yang daftar secara online cukup besar. Untuk rincian yang sudah terverifikasi, yaitu Akpol 82 orang, bintara Polri 1.480 orang, bintara TI 237 orang, bintara musik satu orang, dan tamtama 209 orang,” katanya kepada Banten Raya (Radar Banten Group), kemarin.

Andi menyatakan bahwa panitia Polda Banten menjamin tahapan seleksi penerimaan anggota Polri tahun ajaran 2017 ini tidak akan dikotori oleh praktik KKN dan pungutan liar. Ia bahkan meminta siapapun untuk segera melapor jika ada oknum yang menjanjikan bisa meloloskan calon tamtama, bintara, maupun taruna pada tahap seleksi.

“Polri sudah mempersiapkan secara dini, bahkan dari Mabes Polri juga mengawasi kita. Dan sampai saat ini, belum ada laporan pungli. Ini sudah komitmen kami bersama dan instruksi polda untuk transparan,” ungkap Andi yang juga Ketua Panitia Penerimaan Anggota Polri 2017 Wilayah Banten.

Wakapolda Banten Kombes Aan Suhanan juga menyatakan bahwa setiap tahapan seleksi penerimaan anggota Polri, dipantau dan diawasi oleh Tim Sapu Bersih Pungli dan Divisi Propam Mabes Polri. “Dari Mabes Polri sudah ada atensi, selama proses tahapan ini, (panitia wilayah Banten-red) didampingi propam dan kita bentuk Saber Pungli, pengawas eksternal dan internal. Salah satu sasarannya ini (penerimaan anggota Polri-red), karena ada suara-suara pungli dalam penerimaan ini. Tapi, sampai sekarang, saya tidak mendapatkan laporan itu,” tegasnya.

Aan menegaskan, Polri menjamin transparansi sesuai komitmen clean and clear Polri. Yakni, komitmen menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas seleksi penerimaan Polri.

“Selain itu, anggota Polri juga dilarang untuk menyalahgunakan wewenang dan jabatan untuk kepentingan pribadi maupun golongan,” pungkas Aan. (Banten Raya/Radar Banten)