Banten Fokus Bina Atlet Anggar Junior

Atlet anggar junior Banten M Chikal Maulidna (kanan) beraksi pada Kejurnas Junior, Desember 2017.



SERANG – Gagal mempersembahkan medali bagi kontingen Banten pada PON XIX Jawa Barat 2016, Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Keluarga Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Banten putar otak untuk menyusun strategi guna meraih prestasi pada PON XX Papua 2020. Strategi utama yang digunakan Pengprov IKASI Banten adalah fokus terhadap pembinaan atlet junior sebagai cikal bakal atlet andalan PON XX Papua 2020.

Regenerasi yang dilakukan Pengprov IKASI Banten mulai menunjukkan prestasi. Salah satunya yang diperlihatkan M Chikal Maulidna yang sukses meraih medali emas pada kejuaraan nasional (Kejurnas) Junior 2017. Demikian juga yang dibukukan oleh Farah Fadillah Huwae di event yang sama dengan meraih medali perunggu.

Ketua Umum Pengprov IKASI Banten, AD Hariana mengatakan, belakangan juga muncul nama Jayanto Nanda Putra yang sukses meraih medali perak di Kejurnas Junior 2016. Pada event ini, Chikal juga sukses meraih medali perunggu.

“Terakhir Chikal meraih medali emas pada Kejuaraan anggar pelajar tingkat nasional di Kulonprogo Open 2016. Ini menunjukkan atlet junior binaan IKASI Banten sudah sesuai dengan harapan tim pelatih,” kata pria yang akrab disapa Ade ini, Kamis (1/3).

Ade menambahkan, tidak hanya mengandalkan atlet junior yang telah menuai prestasi di level nasional, pengprov juga secara intens melakukan pemantauan terhadap pembinaan yang dilakukan kabupaten kota. “Puncaknya di Porprov V Banten 2018 di Kabupaten Tangerang nanti. Kita akan pantau secara seksama kualitas atlet junior yang diprediksikan mampu bersaing dan berada di puncak karirnya pada PON XX nanti,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelatih Anggar Banten Lucky Martin menyatakan, sejauh ini pihaknya telah mendapatkan 15 atlet yang memiliki potensi. Diantara 15 atlet tersebut, 12 atlet diharapkan mampu menuia prestasi pada PON XIX Papua 2020.

“Semangat atlet saat ini sangat tinggi karena perhatian KONI Banten yang besar pada ketersediaan peralatan latihan. Kami latihan saat ini dengan peralatan yang sama dengan yang dimiliki provinsi besar seperti DKI Jakarta dan Sumatera Selatan. Dengan latihan secara intens, kami akan berusaha membalas dengan prestasi,” ucapnya singkat. (dre/ibm/ags/RBG)