Seminar Peningkatan Kapasitas dan Revitalisasi BUMD dalam Rangka Meningkatkan Kontribusi Perusahaan terhadap Pendapatan Daerah di gedung Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Rabu (13/3).

SERANG – PT Banten Global Development (BGD) memiliki kewajiban yang harus dibayar sebesar Rp5,55 miliar kepada konsultan saat akuisisi Bank Pundi, yang kemudian menjadi Bank Banten. Utang itu kepada Trimegah Sekuritas Rp2,39 miliar dan konsultan hukum Ginting Rp3,15 miliar.

Hal itu disampaikan Direktur PT BGD A Fatoni saat Seminar Peningkatan Kapasitas dan Revitalisasi BUMD dalam Rangka Meningkatkan Kontribusi Perusahaan terhadap Pendapatan Daerah di gedung Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Rabu (13/3).

Pada saat itu, Fatoni juga mengungkapkan beberapa persoalan lain yang melilit BGD, yang di antaranya sedang dalam proses hukum. Termasuk piutang kepada mantan direksi dan komisaris sebesar Rp2,71 miliar yang saat ini tengah ditangani Polda Banten.

Dalam kaitan itu, Komisaris Utama PT BGD Ayip Muflich mengatakan, selama 17 tahun BGD berdiri telah mengalami pasang surut. Bahkan diterpa permasalahan hukum. “Bahkan sudah sebelas kali pergantian manajemen,” ujarnya.

Begitu ia masuk BGD, BGD langsung menyelesaikan permasalahan yang dulu. Pihaknya melakukan penataan internal dan eksternal. Bahkan pihaknya mengurangi sumber daya manusia sehingga saat ini BGD hanya mempunyai tiga staf.

Kata dia, tahun 2018 BGD baru mendapatkan laba walaupun kecil sekali. Ia menekankan, utang yang harus dibayar BGD adalah dari manajemen yang dulu, bukan sekarang.

Ia mengaku belum dapat menargetkan untuk berkontribusi kepada pendapatan daerah. Selama 17 tahun, BGD belum pernah memberikan kontribusi untuk pendapatan daerah.

Meski BGD sedang melakukan pembenahan, tapi pihaknya masih sangat membutuhkan suntikan modal dari Pemprov Banten. Terkait penyertaan modal untuk Bank Banten yang terkendala, Ayip mengatakan, permasalahan yang ada di Bank Banten harus diselesaikan terlebih dahulu.

Pj Sekda Banten Ino S Rawita mengatakan, seminar ini dilaksanakan atas arahan Gubernur Banten. Dengan adanya seminar ini, diharapkan ada masukan. “Apakah hasil seminar ini harus ada pergantian manajemen, termasuk peluang-peluang bisnis,” ujarnya. (Rostinah)

BACA selengkapnya di koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id. Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live.