Banten Juara Umum Lignas Muaythai

0
297
Tim muaythai Banten berfoto bersama usai dinobatkan sebagai juara umum Lignas Muaythai Seri IX Piala Wapres 2018 yang berlangsung di GOR Lembu Peteng, Tulung Agung, Jatim, Minggu (13/5) sore.

SERANG – Tim muaythai Banten sukses mempertahankan Piala Wakil Presiden pada single event Liga Nasional (Lignas) Muaythai Seri IX di GOR Lembu Peteng, Tulung Agung, Jawa Timur), yang telah berlangsung sejak Minggu (7-13/5).

Gelar juara umum disabet Madlani cs usai menggondol 23 keping medali, yaitu 11 medali emas, tujuh perak, dan lima perunggu. Sebelas keping medali emas masing-masing diraih, M Syarifudin (kelas 39 kilogram/kadet putra), Aldi Firmansyah (kelas 48 kilogram/kadet putra), Siti Mudihah (kelas 45 kilogram/junior putri).

Selanjutnya Arbaatun (kelas 48 kilogram/junior putri), Haerul (kelas 51 kilogram/junior putra), Mia Amelia (51 kilogram/senior putri), Dede Dina Mariyana (kelas 54 kilogram/senior putri), Madlani (kelas 54 kilogram/senior putra), Risaldus Weka (kelas 67 kilogram/senior putra), Liga Gunarko (kelas 81 kilogram/senior putra), dan Suhendri di kelas 60 kilogram/junior putra. 

Sementara, tujuh medali perak dipersembahkan oleh Nixon Damara (kelas 45 kilogram/kadet putra), Hamsanah (kelas 51 kilogram/junior putri), M Raihannabal (kelas 45 kilogram/junior putra), Yudistira (kelas 48 kilogram/junior putra), Miftahul Jannah (kelas 43 kilogram/senior putri), Isnawati (kelas 48 kilogram/senior putri), dan Ghyta Gemilang (kelas 57 kilogram/senior putri).

Selanjutnya, lima medali perunggu disumbang Ina Febiyanti (kelas 45 kilogram/senior putri), Aqasyah Rexy (kelas 48 kilogram/senior putra), Sulaeman (kelas 51 kilogram/senior putra), Latif Maiko (kelas 51 kilogram/senior putra), dan Imam Agustian (kelas 65 kilogram/senior putra). Capaian ini menyamai prestasi muaythai Banten pada event yang sama tahun 2013 yang berlangsung di Bali dan tahun 2017 di Jawa Barat.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (Pengprov MI) Banten Roni Alfanto mengatakan, hasil spektakuler ini diraih atlet Banten dengan pejuangan keras dan maksimal. “Alhamdulillah, atlet muaythai kita membuktikan kalau perjuangan maksimal akan dibalas dengan hasil maksimal pula,” kata Roni kepada Radar Banten, Minggu (13/5).

Disinggung PON XX Papua 2020. Roni mengatakan, momen ini sangat penting bagi Banten untuk bisa mencatatkan tinta emas di bumi cendrawasih. “Kami yakin mampu memberi yang terbaik bagi tanah jawara. Kami memiliki modal untuk berprestasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelatih Muaythai Banten Septian Wahid mengaku, tidak ingin terlena dengan hasil yang diraih saat ini. Ia menilai apa yang dicapai anak asuhnya saat ini merupakan sebuah proses. “Perjalanan kami masih jauh dan hasil ini belum menunjukkan kualitas sesungguhnya. Masih banyak yang harus kami benahi dan evaluasi lantaran tantangan ke depan pasti akan lebih besar,” pungkasnya. (dre/ful/dwi/RBG)