Banten Kekurangan Petugas Lapas dan Rutan

Calon ASN petugas keamanan Rutan Klas IIB Serang memperagakan memegang senjata pada kegiatan apel penutupan Orientasi Lanjutan Tunas Pengayoman di halaman Rutan, Kota Serang, Kamis (22/2).

SERANG – Petugas keamanan di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) di Banten dinilai masih kurang. Banten masih membutuhkan 500 tenaga keamanan untuk ditugaskan di lapas dan rutan.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemnkumham) Banten Ajub Suratman mengatakan, jumlah petugas lapas dan rutan di Banten masih belum ideal. “Alhamdulillah, Banten mendapatkan 450 calon ASN, kemudian 415 petugas pengamanan. Sebenarnya dari sisi ideal masih kurang. Tapi, kan kita hanya mendapatkan jatah dari KemenPAN hanya 415 petugas khusus lapas rutan di Banten,” kata Ajub seusai Apel Penutupan Orientasi Lanjutan Tunas Pengayoman Tahun 2018 di Rutan Klas II B Serang, Kamis (22/2).

Idealnya, sambung Ajub, jumlah tenaga pengamanan harus ditambah 500 orang lagi. Sebab, setiap regu keamanan seharusnya diisi oleh 15 orang personel, tetapi saat ini hanya diisi tujuh personel.

“Masih kurang, di Banten butuh 500 orang petugas lagi. Adapun indikatornya jumlah petugas penjaga keamanan dan warga binaan, kemudian kegiatan perawatan kesehatan dan makanan. Juga bagaimana kita mengawasi kunjungan,” jelas Ajub.

Dikatakan Ajub, Lapas Pemuda Tangerang dan Rutan Klas I Tigaraksa menjadi prioritas dalam penambahan personel keamanan. Sebab, warga binaan sudah mencapai 2.300 orang.

“Untuk itu, dari jumlah 415 petugas, yang paling banyak mendapatkan tambahan, yaitu di Lapas Pemuda 300 dan Tigaraksa 80 orang,” kata Ajub.

Kepala Rutan Klas II B Serang Anton mengakui, Rutan Serang masih kekurangan personel keamanan. Soalnya, 60 personel keamanan bertugas menjaga 468 orang warga binaan. “Sekarang ditambah 25 orang pegawai menjadi 90 orang, sudah termasuk penjaga pengamanan. Penjaga pengamanan hanya 35 ditambah yang baru (25 orang-red) jadi sekarang 60 orang,” jelas Anton.

Selain itu, Rutan Serang juga mengalami overkapasitas atau kelebihan warga binaan. Rutan Serang saat ini dihuni oleh 468 tahanan, sementara kapasitas huni 225 orang saja.  “Seharusnya satu blok itu diisi 20 orang warga binaan. Tapi, di sini diisi sekitar 35 sampai 40 orang warga binaan. Jadi, sudah melebihi kapasitas,” kata Anton.

Kendati demikian, Rutan Serang tetap berusaha meningkatkan kualitas pelayanan. Misalnya dengan memperbaiki ruang layanan kunjungan. “Dengan diresmikan ruang kunjungan, harapan kami bisa melayani masyarakat dengan lebih baik. Karena sudah diperluas, ada sirkulasi udara bagi pengunjung,” katanya. (Merwanda/RBG)